kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Fintech Amartha Cetak Laba Dalam Beberapa Tahun Terakhir, Begini Strategi Tahun 2026


Minggu, 25 Januari 2026 / 17:49 WIB
Fintech Amartha Cetak Laba Dalam Beberapa Tahun Terakhir, Begini Strategi Tahun 2026
ILUSTRASI. Founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra (DOK/Amartha)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menyebut telah meraih laba dalam beberapa tahun terakhir.

Founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan pencapaian itu mencerminkan bahwa Amartha memiliki fundamental bisnis yang bagus. Sayangnya, tak disebutkan nilai laba yang dibukukan. 

"Bisnis tahun lalu juga profit, profit kami terus jaga secara konsisten dalam beberapa tahun ke belakang," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).

Andi menyampaikan jika berbicara soal laba untuk fintech lending, hal itu dirasa hanya melihat secara short term saja. Menurutnya, Amartha dalam menjalankan bisnis lebih penting mengedepankan keberlanjutan atau sustainabillity dan menekanan dampak dari pembiayaan yang disalurkan kepada masyarakat.

Baca Juga: Amartha Sebut Sudah Sediakan Asuransi Kredit Dalam Beberapa Tahun Terakhir

"Kalau menjalankan bisnisnya secara benar dan mengelola bisnis secara prudent, serta risikonya dikelola dengan baik, tentu labanya bisa bertumbuh secara bertahap," tuturnya.

Untuk 2026, Andi mengatakan Amartha akan terus berfokus memperkuat pertumbuhan secara berkualitas, kemudian membangun ekosistem keuangan untuk ekonomi akar rumput, serta membangun kapabilitas risiko yang baik. 

"Jadi, kami benar-benar mengelola bisnis secara prudent, dan tata kelola dijalankan dengan baik," katanya. 

Menurut Andi, penguatan tata kelola diperlukan mengingat segmen borrower Amartha sendiri yang merupakan ultra mikro memiliki risiko yang terbilang tinggi. 

Baca Juga: Lender Institusi Dominasi Pendanaan Amartha, Porsinya Tembus 90%

Terkait kinerja, Amartha telah menyalurkan pembiayaan produktif berupa modal kerja sebesar Rp 13,2 triliun kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di 50.000 desa di seluruh Indonesia pada 2025.

Secara rinci, penyaluran pembiayaan perusahaan pada 2025 mengalami pertumbuhan dobel digit. Adapun Non Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 4,39%.

“Pertumbuhan Amartha pada tahun lalu tumbuh dobel digit secara Year on Year (YoY) atau lebih dari 20%, sedangkan secara NPF terjaga di sekitar 4%,” ujar Andi.

Sebagai informasi, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba fintech lending naik 90,4% secara Year on Year (YoY), menjadi sebesar Rp 2,38 triliun per November 2025. 

Selanjutnya: Allo Bank Pertahankan Bunga Deposito Kendati Suku Bunga Acuan Berangsur Turun

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×