kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Simak jurus KoinWorks tekan NPL saat pinjaman meningkat saat Ramadan


Minggu, 18 April 2021 / 13:44 WIB
ILUSTRASI. Aplikasi KoinWorks


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu produk KoinWorks yaitu KoinBisnis diprediksi meningkat pada Ramadan tahun ini dengan rata-rata permintaan pinjaman senilai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Dengan peningkatan tersebut, KoinWorks berupaya untuk tetap menekan NPL di kisaran 1%.

Sepanjang 2020, NPL KoinWorks berhasil menjaga NPL di kisaran 1% dan mencatat sekitar 10% portofolio peminjam yang memerlukan pendampingan khusus dalam bentuk restrukturisasi pinjaman. Hingga Februari 2021, NPL KoinWorks tercatat ada di level 1,36%. 

“Saat ini target utama kami yaitu menjaga NPL di kisaran angka 1%,” ujar Vice President Marketing Koinworks Frecy Ferry Daswaty kepada Kontan.co.id.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya telah menerapkan sistem penilaian kredit yang baik untuk melihat kemampuan calon peminjam dalam melakukan kewajibannya sebagai peminjam.

Baca Juga: KoinWorks tunjuk Valdy Mustafa sebagai Chief of Risk Officer (CRO) baru

“Kami memanfaatkan digital footprint data dari setiap calon borrowers pelaku UKM dan mengkombinasikannya dengan metode penilaian kredit perbankan yang sudah terbukti ketepatan untuk hasilnya,” ujar Ferry.

Selain itu, Frecy bilang KoinWorks rutin melakukan penyesuaian sistem credit scoring dengan melihat kondisi ekonomi dan bisnis yang berjalan. 

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas pinjaman yang didanai oleh ratusan ribu pendana retail maupun institusi di KoinWorks. 

Selanjutnya: Jangkauan fintech pendanaan di luar Jawa masih minim

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×