kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45995,95   -0,81   -0.08%
  • EMAS977.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Simak Prospek Saham dan Kinerja Bank Digital


Jumat, 03 Juni 2022 / 16:50 WIB
Simak Prospek Saham dan Kinerja Bank Digital
ILUSTRASI. Layanan digital Bank Central Asia (BCA).


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham-saham perusahaan teknologi mulai bangkit dalam beberapa minggu terakhir. Namun, saham-saham bank digital tetap belum ada taringnya.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam beberapa pekan terakhir telah bangkit setelah merosot tak lama setelah IPO. Berdasarkan RTI, saham GOTO pada penutupan perdagangan Jumat (3/6) naik 2,9% ke level Rp 354 dan dalam sebulan terakhir sahamnya sudah naik 30%. Saham Bukalapak.com ditutup koreksi 0,6% ke level Rp 304, tetapi dalam sepekan terakhir telah naik 7,8%. 

Sementara saham-saham bank digital belum menunjukkan tren kenaikan, kecuali saham  PT Bank Jago Tbk (ARTO). Saham bank ini ditutup naik 0,5% ke level Rp 9.000 dan dalam sepekan terkahir sudah naik 17,3%. 

Saham ARTO mulai bangkit pada pertengahan Mei lalu setelah terjun bebas dari level tertingginya di bulan Februari. Sepanjang tahun ini (year tod date), ARTO telah tergerus 43,7%. 

Baca Juga: BCA Digital Perkirakan Biaya Promosi Tahun Ini akan Meningkat 20%

Saham bank digital lainnya masih melempem. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) ditutup turun 1,1% ke level Rp 4.400. Sepekan terakhir, saham bank milik CT Group ini terkoreksi 7,8% dan dalam tiga bulan telah anjlok 21,1%, meski sepanjang tahun masih tercatat naik 11,2%. 

Saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) ditutup turun 6,2% YoY ke level Rp 1.295 dan sepanjang tahun ini telah tergerus 50,8%. 

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) ditutup stabil di level Rp 910. Sepanjang tahun ini, saham anak usaha BRI ini merosot 49,7%. Saham PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) ditutup stabil di level Rp 2.020 telah terkoreksi 11,8% sepanjang tahun ini.

Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus melihat, bank-bank digital yang akan bertahn dan terus berkembang maju adalah yang punya ekosistem. 

"Bank yang punya ekosistem ini akan bertahan dari volatilitas pasar dan ketidakpastian akan sentiment, serta memiliki peluang untuk bangkit dengan cepat di masa  mendatang," katanya pada Kontan.co.id, Jumat (3/6). 

Menurutnya, prospek saham masih akan positif ke depan. Tetapi dalam jangka pendek akan tertekan di tengah kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). 

Nico melihat ARTO masih menarik. Namun, keputusan untuk membeli dan menjual harus dikembalikan kepada target para pelaku pasar atau investor. "Sejauh ini, selain ARTO, saya belum melihat ada yang bagus saham bank digital," ujarnya. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×