kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.693   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.437   -24,30   -0,38%
  • KOMPAS100 850   -5,62   -0,66%
  • LQ45 647   -3,80   -0,58%
  • ISSI 223   -0,27   -0,12%
  • IDX30 359   -2,55   -0,71%
  • IDXHIDIV20 447   -3,40   -0,76%
  • IDX80 97   -0,66   -0,67%
  • IDXV30 124   -0,63   -0,51%
  • IDXQ30 116   -0,92   -0,79%

Skema Cicilan 50:50 Bisa Dongkrak Pembiayaan, CNAF Mengaku Belum Menerapkan


Rabu, 16 September 2026 / 18:21 WIB
Skema Cicilan 50:50 Bisa Dongkrak Pembiayaan, CNAF Mengaku Belum Menerapkan
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Skema pembayaran cicilan 50:50 untuk pembiayaan kendaraan terbilang sudah diimplementasikan perusahaan multifinance belakangan ini. Dengan skema itu, konsumen cukup membayar 50% dari harga kendaraan di awal, kemudian melunasi sisa pembayarannya pada akhir periode.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan menyampaikan skema pembayaran cicilan 50:50 dapat menjadi salah satu alternatif struktur pembayaran di industri multifinance.

PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menilai skema pembiayaan cicilan 50:50 merupakan salah satu alternatif pembayaran yang memberikan fleksibilitas bagi konsumen dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.

Baca Juga: Lima Tahun Beroperasi, blu by BCA Digital Catat Transaksi Digital Rp13,13 Triliun

Selain memberikan fleksibilitas bagi konsumen, Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan skema pembiayaan cicilan 50:50 juga dapat menjadi pilihan yang lebih beragam bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan. 

"Di tengah kondisi perekonomian saat ini, konsumen cenderung makin selektif dalam memilih skema pembiayaan, sehingga dengan adanya skema 50:50 dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan pembiayaan," ujarnya kepada Kontan, Rabu (16/9/2026).

Dengan adanya dinamika perekonomian, Ristiawan menerangkan kualitas portofolio tetap harus dijaga agar tidak berdampak pada peningkatan rasio Non Performing Financing (NPF) bagi perusahaan. 

Oleh karena itu, dia bilang perusahaan tetap menerapkan proses analisis kredit yang kuat, seleksi debitur yang komprehensif, serta monitoring pembayaran secara berkelanjutan untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan risiko NPF dapat terkendali.

Untuk penerapan cicilan 50:50, Ristiawan menyampaikan saat ini perusahaan belum mengadopsi skema tersebut. Meski demikian, dia bilang perusahaan senantiasa terbuka terhadap berbagai inovasi skema pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan konsumen dan perkembangan pasar ke depannya.

"Tentunya dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko yang pruden, dan kualitas pembiayaan yang sehat," tuturnya.

Mengenai kinerja, Ristiawan menerangkan CNAF membukukan penyaluran pembiayaan baru (booking) untuk kendaraan baik mobil baru dan bekas senilai Rp 3,4 triliun per Agustus 2026. 

Baca Juga: Penetrasi Pindar di Luar Jawa Naik 29%, Terkendala Akses Internet dan Kehadiran Fisik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×