Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Digital BCA (BCA Digital) mencatatkan pertumbuhan bisnis dan transaksi digital seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan blu by BCA Digital.
Memasuki usia lima tahun, total volume transaksi digital blu di luar transfer dalam tiga tahun terakhir melonjak 186% menjadi Rp 13,13 triliun per 31 Agustus 2026.
Dari total volume tersebut, transaksi QRIS menjadi kontributor terbesar dengan porsi 36%. Pertumbuhan transaksi tersebut menjadi bagian dari evolusi ekosistem blu 2.0 yang diarahkan untuk memperkuat peran blu sebagai lifestyle enabler bagi nasabah, khususnya generasi muda.
Baca Juga: Penetrasi Pindar di Luar Jawa Naik 29%, Terkendala Akses Internet dan Kehadiran Fisik
Direktur Bisnis BCA Digital Aditya Wahyu Windarwo menyampaikan, sepanjang semester I-2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 20% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Pertumbuhan DPK tersebut didukung oleh peningkatan Net Open Customer (NOC) sebesar 25% yoy.
Komposisi nasabah blu juga didominasi oleh generasi muda. Sebanyak 56% nasabah blu merupakan Gen Z dan 35% merupakan milenial. Dengan demikian, sekitar 91% nasabah blu berasal dari kelompok digital natives.
Dari sisi akuisisi, jumlah nasabah baru dari segmen Gen Z tumbuh 30% yoy, sedangkan nasabah milenial meningkat 20% yoy.
Pertumbuhan transaksi harian blu terjadi di berbagai layanan. Per 31 Agustus 2026, frekuensi transaksi QRIS tercatat tumbuh 124% yoy. Pertumbuhan ini didukung oleh penambahan jenis layanan QRIS, seperti QRIS CPM, QRIS Tun-Tas, dan QRIS Tap.
Transaksi melalui e-wallet juga meningkat 71% yoy, seiring dengan bertambahnya integrasi mitra dompet digital dan fitur direct connect.
Sementara itu, transaksi bluPayment naik 56% yoy setelah perseroan menambah lebih dari 100 mitra. Adapun transaksi pembayaran dan pembelian melalui biller tumbuh 44% yoy, didukung penambahan tiga kategori biller baru dengan lebih dari 300 biller tambahan.
Aktivitas transaksi valuta asing melalui bluValas juga mencatat pertumbuhan signifikan. Pada semester I-2026, jumlah transaksi bluValas melonjak 435% yoy, sedangkan volume transaksinya tumbuh 535% yoy.
Baca Juga: Rasio Kredit Macet BRI Finance Turun Jadi 1,69%, Pengajuan Pembiayaan Tetap Selektif
Pertumbuhan transaksi bluValas tersebut didominasi pengguna Gen Z yang meningkat 356% yoy dan milenial sebesar 273% yoy. Frekuensi transaksi internasional juga naik 29% yoy dengan volume transaksi meningkat 60% yoy.
Melalui bluValas, nasabah dapat melakukan transaksi menggunakan kartu fisik, kartu virtual, maupun Garuda x bluDebit Card tanpa biaya konversi kurs pada sejumlah mata uang, seperti dolar Amerika Serikat, euro, pound sterling, dolar Singapura, yen Jepang, dolar Australia, yuan China, dan dolar Hong Kong.
"Tingginya aktivitas transaksi tidak hanya menunjukkan kebutuhan konsumsi, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kedewasaan finansial nasabah muda," ungkap Aditya di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan penggunaan sejumlah fitur pengelolaan keuangan pada semester I-2026. Pengguna bluSaving tumbuh 38% yoy, bluGether naik 47% yoy, sedangkan pengguna bluBisnis meningkat 37% yoy.
Di sisi investasi, pengguna bluRDN melonjak 225% yoy. Fitur tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan BCA Sekuritas untuk memudahkan nasabah berinvestasi di pasar modal.
Untuk merespons kebutuhan tersebut, blu menghadirkan ekosistem blu 2.0 dengan solusi finansial 360 derajat melalui empat pilar, yakni Simpanan, Investasi, Asuransi, dan Pinjaman atau SIAP.
Pada pilar simpanan, blu menyediakan bluSaving, bluDeposit, bluGether, bluValas, bluBisnis, serta bluAccount for Teens. Khusus bluAccount for Teens, rekening tabungan tersebut kini dapat diakses oleh remaja berusia 10 tahun–17 tahun, dari sebelumnya mulai usia 12 tahun.
Baca Juga: Dua Pemegang Saham Afiliasi Bank Mayapada (MAYA) Kembali Kurangi Kepemilikan
Pada pilar investasi, blu menyediakan bluInvest yang menawarkan instrumen reksa dana dan emas digital serta bluRDN. Sementara pada pilar asuransi, bluInsurance menyediakan berbagai proteksi, mulai dari asuransi perjalanan, perangkat elektronik, perlindungan siber, kesehatan, kecelakaan, hingga jiwa.
Adapun pilar pinjaman diisi oleh bluExtraCash yang menawarkan solusi likuiditas cepat dan transparan.
Selain memperkuat layanan perbankan digital, blu juga memperluas peran sebagai lifestyle enabler melalui integrasi Banking-as-a-Service (BaaS) bernama blUnion.
Per 31 Agustus 2026, frekuensi transaksi melalui blUnion tumbuh lebih dari 50% di berbagai sektor gaya hidup. Transaksi kebutuhan sehari-hari atau groceries and necessities tumbuh 70% yoy.
Transaksi pembelian tiket bioskop meningkat 60% yoy, transaksi transportasi publik dan perjalanan naik 54% yoy, sedangkan transaksi makanan dan minuman tumbuh 51% yoy.
BCA Digital juga menyatakan telah terhubung dengan berbagai industri, seperti fintech, HR tech, marketing tech, pembayaran digital, transportasi, gim, hingga inisiatif keberlanjutan.
Baca Juga: JTrust Bank Beberkan Kendala dalam Pemenuhan Free Float 15%
Aditya mengatakan, lima tahun pertama perjalanan blu merupakan fase untuk membangun fondasi, kepercayaan publik, dan skala bisnis.
“Memasuki fase ekspansi ke depan, fokus kami adalah deepening ecosystem, di mana kami memastikan blu tidak sekadar menjadi aplikasi perbankan digital pilihan, melainkan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup finansial harian masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Aditya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













