kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

SMI Kucurkan Rp 885 Miliar ke Surabaya, Fokus Proyek Jalan Strategis


Minggu, 26 April 2026 / 10:40 WIB
SMI Kucurkan Rp 885 Miliar ke Surabaya, Fokus Proyek Jalan Strategis
ILUSTRASI. PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menyalurkan pembiayaan hingga Rp 885,85 miliar kepada Pemerintah (Dok SMI/Arianta)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menyalurkan pembiayaan hingga Rp 885,85 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan pembiayaan itu difokuskan pada proyek strategis pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan pelebaran Jalan Wiyung hingga Menganti yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan, sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan.

Reynaldi menjelaskan dua proyek itu memiliki peran penting dalam memperbaiki sistem transportasi Surabaya. Dia mengatakan pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat akan membantu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata, sehingga mengurangi beban pada jalan utama. Adapun pelebaran Jalan Wiyung–Menganti ditujukan untuk mengatasi kepadatan kendaraan di salah satu koridor dengan intensitas lalu lintas tinggi. 

Baca Juga: OJK Perpanjang Kewajiban Pelaporan SLIK Asuransi hingga 2027, Ini Alasannya

Reynaldi mengatakan dua proyek tersebut merupakan bagian dari 7 proyek infrastruktur perkotaan Surabaya pada periode 2026-2027. Oleh karena itu, itu Pemerintah Kota Surabaya mengajukan rencana pembiayaan infrastruktur dengan total kebutuhan pendanaan sekitar Rp 3,16 triliun.

Reynaldi juga menyampaikan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari pendekatan strategis PT SMI dalam mendukung kota-kota besar menghadapi tantangan urbanisasi. 

"Proyek itu akan secara langsung mengurangi bottleneck lalu lintas di Surabaya, sekaligus meningkatkan efisiensi logistik kota yang menjadi pusat ekonomi Jawa Timur. Oleh karena itu, pembiayaan itu diarahkan untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan mendukung aktivitas ekonomi kota,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan penguatan konektivitas menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing kota di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi yang makin dinamis, sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Surabaya. 

"Proyek tersebut akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem transportasi kota yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan," tuturnya.

Selain memberikan solusi terhadap persoalan transportasi, Eri menyampaikan proyek itu juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Dengan adanya dukungan pembiayaan SMI, dia menyebut belanja modal diproyeksikan meningkat hingga 40,81% dari tahun 2025 ke 2026. 

Baca Juga: CNAF Lakukan Diversifikasi Pendanaan di Tengah Suku Bunga yang Ditahan

Peningkatan itu juga berpotensi mendorong pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga Rp 29,79 triliun, dengan kontribusi pembiayaan PT SMI diperkirakan mencapai Rp 9,1 triliun.

Dari sisi manfaat langsung, Eri menerangkan pembangunan itu diharapkan mampu menekan biaya operasional kendaraan, mengurangi waktu tempuh perjalanan, serta meningkatkan keselamatan transportasi. Secara lebih luas, dia bilang proyek tersebut juga akan memperkuat aksesibilitas dan mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kota Surabaya.

Hingga Februari 2026, Reynaldi mengatakan komitmen pembiayaan PT SMI kepada Pemerintah Daerah mencapai Rp 37,08 triliun, dengan outstanding sebesar Rp 14,90 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×