kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

CNAF Lakukan Diversifikasi Pendanaan di Tengah Suku Bunga yang Ditahan


Minggu, 26 April 2026 / 09:36 WIB
CNAF Lakukan Diversifikasi Pendanaan di Tengah Suku Bunga yang Ditahan
ILUSTRASI. CNAF berhasil diversifikasi pendanaan di tengah suku bunga BI yang stabil. Pelajari strateginya untuk menjaga pembiayaan tetap sehat dan menguntungkan. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menerapkan strategi diversifikasi pendanaan, seiring kondisi Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan di level 4,75% dan tren kenaikan yield obligasi.

Terkait hal itu, Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan bahwa kedua kondisi tersebut membuat ruang penurunan biaya dana atau cost of fund di multifinance berpotensi mengecil. Namun, CNAF menyikapinya dengan strategi diversifikasi sumber pendanaan yang kuat. Dengan demikian, pemberian pembiayaan kepada debitur tetap terjaga.

Dia bilang perusahaan menerapkan kombinasi sumber pendanaan lewat berbagai instrumen, seperti penerbitan sukuk, fasilitas pinjaman perbankan jangka pendek dan panjang, serta alternatif pendanaan lainnya dengan pricing yang kompetitif.

"Langkah diversifikasi itu dilakukan untuk memastikan struktur modal perusahaan tetap sehat, sekaligus meminimalkan ketergantungan pada dinamika satu instrumen atau pasar tertentu," katanya kepada Kontan, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga: OJK Perpanjang Deadline Penyampaian Laporan Keuangan PSAK 117 hingga 30 Juni 2026

Ristiawan menyebut saat ini, porsi pendanaan CNAF terbesar berasal dari pinjaman bank dengan fasilitas jangka panjang dan jangka pendek.

"Porsinya 64%, diikuti dengan 36% pendanaan yang berasal dari surat utang atau sukuk," tuturnya.

Dengan adanya kondisi tersebut, Ristiawan menyampaikan tren bunga yang diberikan kepada debitur tetap ditekankan pada profil masing-masing risiko calon debitur. Dia bilang langkah itu dilakukan guna menjaga kualitas portofolio CNAF agar tetap sehat dan tumbuh secara berkelanjutan.

"Dalam menentukan suku bunga bagi debitur, CNAF menerapkan metode Risk Based Pricing. Melalui pendekatan itu, pengenaan margin disesuaikan dengan profil risiko masing-masing calon nasabah," ungkap Ristiawan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×