Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menerapkan strategi diversifikasi pendanaan, seiring kondisi Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan di level 4,75% dan tren kenaikan yield obligasi.
Terkait hal itu, Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan bahwa kedua kondisi tersebut membuat ruang penurunan biaya dana atau cost of fund di multifinance berpotensi mengecil. Namun, CNAF menyikapinya dengan strategi diversifikasi sumber pendanaan yang kuat. Dengan demikian, pemberian pembiayaan kepada debitur tetap terjaga.
Dia bilang perusahaan menerapkan kombinasi sumber pendanaan lewat berbagai instrumen, seperti penerbitan sukuk, fasilitas pinjaman perbankan jangka pendek dan panjang, serta alternatif pendanaan lainnya dengan pricing yang kompetitif.
"Langkah diversifikasi itu dilakukan untuk memastikan struktur modal perusahaan tetap sehat, sekaligus meminimalkan ketergantungan pada dinamika satu instrumen atau pasar tertentu," katanya kepada Kontan, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga: OJK Perpanjang Deadline Penyampaian Laporan Keuangan PSAK 117 hingga 30 Juni 2026
Ristiawan menyebut saat ini, porsi pendanaan CNAF terbesar berasal dari pinjaman bank dengan fasilitas jangka panjang dan jangka pendek.
"Porsinya 64%, diikuti dengan 36% pendanaan yang berasal dari surat utang atau sukuk," tuturnya.
Dengan adanya kondisi tersebut, Ristiawan menyampaikan tren bunga yang diberikan kepada debitur tetap ditekankan pada profil masing-masing risiko calon debitur. Dia bilang langkah itu dilakukan guna menjaga kualitas portofolio CNAF agar tetap sehat dan tumbuh secara berkelanjutan.
"Dalam menentukan suku bunga bagi debitur, CNAF menerapkan metode Risk Based Pricing. Melalui pendekatan itu, pengenaan margin disesuaikan dengan profil risiko masing-masing calon nasabah," ungkap Ristiawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













