kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

StanChart Perkuat Sinergi demi Optimalkan Potensi Investasi Sektor Kelautan


Rabu, 07 Oktober 2026 / 17:40 WIB
StanChart Perkuat Sinergi demi Optimalkan Potensi Investasi Sektor Kelautan
ILUSTRASI. Standard Chartered dan Konservasi Indonesia menggelar Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 pada Rabu (7/10/2026).


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Standard Chartered mendorong pengembangan ekonomi biru Indonesia melalui pembiayaan berkelanjutan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Langkah ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan sektor kelautan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir.

Upaya tersebut dilakukan melalui Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 bersama Konservasi Indonesia (KI). Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan untuk membahas peluang investasi serta pengembangan sektor kelautan Indonesia.

Kolaborasi ini melanjutkan kemitraan Standard Chartered dan KI yang telah dibangun sebelumnya. Pada 2025, Standard Chartered meneken nota kesepahaman (MoU) bersama APINDO, Conservation International, dan Konservasi Indonesia untuk memperkuat rantai nilai rumput laut berkelanjutan, membuka peluang investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Baca Juga: Standard Chartered Perkuat Solusi Pendanaan Lintas Negara dan Pasar Modal

Di sisi lain, Standard Chartered Foundation berkomitmen menyalurkan US$ 5 juta melalui program Oceans of Opportunity. Program ini ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja dan peluang kewirausahaan bagi generasi muda di sektor ekonomi kelautan ASEAN.

Dalam IISF 2026, Standard Chartered menyoroti pentingnya pembiayaan, inovasi industri, dan kolaborasi lintas sektor untuk menarik investasi ke sektor kelautan dan pesisir. Sejumlah sektor seperti akuakultur, rumput laut, pengolahan hasil laut, dan rantai dingin dinilai memiliki peluang untuk mendorong investasi, ekspor, serta penciptaan lapangan kerja.

Ajang IISF 2026 diharapkan dapat memperluas kerja sama dan mempercepat realisasi proyek ekonomi biru yang bankable atau layak dibiayai, sehingga investasi yang masuk dapat memberikan dampak bagi industri kelautan dan masyarakat pesisir.

Managing Director Head of Coverage Standard Chartered Indonesia, Amit Verma, mengatakan ekonomi biru Indonesia berpotensi besar menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan inovasi pembiayaan, kemitraan pemerintah dan swasta, serta investasi pada rantai nilai yang berkelanjutan.

Baca Juga: Standard Chartered Luncurkan Layanan Pembayaran Digital untuk Korporasi

“Melalui jaringan global dan keahlian kami di bidang pembiayaan berkelanjutan, Standard Chartered berkomitmen mendukung berbagai inisiatif yang dapat memperkuat mata pencaharian masyarakat pesisir, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta berkontribusi pada kesehatan ekosistem laut dalam jangka panjang,” ujar Amit, Rabu (7/10/2026).

Sementara itu, Senior Vice President dan Executive Chair Konservasi Indonesia, Meizani Irmadhiany, menekankan pentingnya mengukur dampak ekologis dalam skema pembiayaan.

Menurut Meizani, ekonomi biru hanya dapat berkembang jika konservasi berjalan beriringan dengan pembiayaan. Instrumen keuangan berkelanjutan dapat menghasilkan dampak lingkungan yang terukur sekaligus memberikan manfaat ekonomi. “Sektor seperti akuakultur, termasuk rumput laut, membutuhkan pembiayaan seperti itu agar dapat tumbuh berkelanjutan,” tegas Meizani.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak sektor keuangan, investor, dunia usaha, dan mitra pembangunan memperkuat kolaborasi untuk mempercepat investasi ekonomi biru, sehingga sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang modern, produktif, dan berkelanjutan.

Potensi

Menurut Trenggono, ekonomi biru merupakan strategi pembangunan untuk menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ekspor, dan menarik investasi dengan mengoptimalkan potensi laut Indonesia sebagai sumber nilai ekonomi jangka panjang.

KKP saat ini menjalankan enam Program Prioritas Nasional, yakni Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, Tambak Udang Terintegrasi, budidaya perikanan berbasis desa, modernisasi armada perikanan nasional, dan swasembada garam nasional. Program tersebut diarahkan untuk menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis investasi.

Baca Juga: Pembiayaan UMKM Tembus Rp 1.949 Triliun pada Juli 2026, Bank Kuasai 82,62%

Trenggono mengapresiasi dukungan Standard Chartered terhadap pengembangan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur, yang dinilai menunjukkan peran pembiayaan strategis dalam mempercepat investasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir. 

Trenggono juga mendorong lembaga keuangan dan investor memperluas pembiayaan untuk akuakultur berkelanjutan, hilirisasi rumput laut, pengolahan hasil perikanan, serta infrastruktur rantai dingin dan logistik kelautan.

Ia menekankan pentingnya hilirisasi agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan baku, tetapi menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, manufaktur, inovasi, dan teknologi. Salah satu fokusnya adalah rumput laut melalui Indonesia Seaweed Development Action Plan 2026–2030, yang ditujukan menjadikan sektor tersebut bernilai tambah tinggi, berdaya saing global, dan menarik investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×