kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Strategi bank menjaga kesehatan margin


Rabu, 02 Agustus 2017 / 14:49 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Beberapa bankir sudah menyiapkan beberapa strategi untuk mengantisipasi penurunan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).

Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan berusaha meningatkan porsi dana murah.

Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk mengakui, potensi penurunan bunga kredit ke depan bisa menekan NIM bank.

"Kami proyeksi NIM di semester II berada di angka 4%," ujar Parwati kepada KONTAN, Rabu (2/8).

Agar margin keuntungan bank tak tergerus, Bank OCBC NISP akan terus meningkatkan dana murah dari produk tabungan dan giro. Selain itu, menjaga kualitas produk untuk memenuhi kebutuhan nasabah.

Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) memproyeksi, ke depannya suku bunga baik deposito dan kredit akan mengalami tren penurunan.

"Efek kepada NIM akan menurun," ujar Haru kepada KONTAN, Rabu (2/8). Pada semester II, NIM diproyeksi dikisaran 2% sampai 7,8%.

Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengatakan NIM perbankan sangat ditentikan oleh kondisi pasar. "Jika bunga kredit dan deposito turun harusnya NIM bia stabil," ujar Jahja kepada KONTAN (2/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×