kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Strategi Pencadangan Bank KBMI 4 Mulai Berbeda di Tengah Tekanan Ekonomi


Minggu, 05 Juli 2026 / 09:38 WIB
Strategi Pencadangan Bank KBMI 4 Mulai Berbeda di Tengah Tekanan Ekonomi
ILUSTRASI. Nasabah Bertransaksi di ATM Bank Mandiri (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Strategi perbankan besar dalam mengelola beban pencadangan kerugian kredit (impairment) mulai menunjukkan arah yang berbeda menjelang akhir semester I-2026.

Berbeda dengan tahun lalu yang cenderung seirama, bank-bank Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 kini mengambil langkah yang beragam sesuai kondisi kualitas aset dan strategi masing-masing.

Hingga Mei 2026, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat kenaikan beban impairment sebesar 30,58% secara tahunan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) juga meningkatkan pencadangan sebesar 7,5%.

Baca Juga: Kredit Produktif Jadi Andalan Perbankan di Tengah Perlambatan Kredit Konsumsi

Sebaliknya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menurunkan beban impairment sebesar 15,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Langkah serupa dilakukan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang memangkas pencadangan sebesar 13,62% secara tahunan.

Staf Riset Ekonomi Makro PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Myrdal Gunarto, menilai perbedaan arah pencadangan tersebut mencerminkan respons masing-masing bank terhadap tantangan ekonomi yang tidak lagi seragam.

 

Menurutnya, bank yang meningkatkan impairment umumnya menghadapi tekanan kualitas aset pada segmen tertentu, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun kredit komersial.

Selain itu, kenaikan pencadangan juga bisa menjadi upaya memperkuat coverage ratio agar sejajar dengan rata-rata industri di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca Juga: Dongkrak Pertumbuhan Bisnis, Danamon Perkuat Sinergi One Financial Group

Sebaliknya, bank yang menurunkan pencadangan umumnya telah melakukan pembentukan cadangan dalam jumlah besar pada tahun-tahun sebelumnya sehingga memiliki bantalan risiko yang dinilai sudah memadai.

"Dengan NPL coverage ratio yang sangat tebal, mereka merasa bantalannya saat ini sudah lebih dari cukup," ujar Myrdal, Jumat (3/7/2026).

Di sisi lain, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan penurunan pencadangan sejalan dengan fokus perseroan memperkuat fundamental bisnis melalui pertumbuhan yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Strategi tersebut mendorong laba bersih bank only Bank Mandiri tumbuh 18,6% hingga Mei 2026. Pada periode yang sama, total aset bank only meningkat 20%, didukung pertumbuhan kredit sebesar 20,6%.

Menurut Novita, capaian tersebut merupakan hasil dari pelaksanaan strategi yang konsisten di seluruh lini bisnis dengan pengelolaan risiko yang disiplin agar pertumbuhan tetap sehat dalam jangka panjang.

Baca Juga: Alokasi Pencadangan Perbankan Beragam, Ini Sebabnya

Sementara itu, Executive Vice President Corporate Communication PT Bank Central Asia Tbk, Hera F. Haryn, menegaskan beban pencadangan BCA tetap berada pada level yang memadai.

Perseroan akan terus menyesuaikan pencadangan berdasarkan perkembangan kualitas aset dan kondisi perekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×