kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Suku bunga naik, risiko pembiayaan macet meningkat


Senin, 23 Juli 2018 / 20:48 WIB
Suku bunga naik, risiko pembiayaan macet meningkat
ILUSTRASI. Layanan Nasabah di BCA FInance


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tak cuma bisa membuat tantangan dalam menyalurkan pembiayaan makin berat. Industri pembiayaan pun akan mengadapi tantangan dalam menjaga kualitas kredit.

Dengan kenaikan suku bunga acuan ini, pelaku usaha multifinance tentunya akan menyesuaikan bunga pembiayaan yang diberikan kepada debitur. Alhasil, nasabah pun harus merogoh kantong lebih dalam.

Direktur Utama PT BCA Finance Roni Haslim mengatakan, kenaikan bunga pembiayaan bisa mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam membayar cicilan. Dus, potensi peningkatan rasio non performing financing (NPF) pun terbuka.

Meski begitu, Roni menilai, bila melihat kenaikan suku bunga acuan yang telah dilakukan Bank Indonesia sebesar 100 bps di tahun ini, masih cukup aman. Namun ceritanya akan berbeda bila di sisa tahun ini, kenaikan suku bunga acuan terus dipacu. "Kalau kenaikannya cukup tinggi maka bisa berpengaruh terhadap potensi kenaikan NPF di sisa tahun ini," kata dia, Senin (23/7).

BCA Finance sendiri berusaha menjinakan rasio kredit macet agar bisa kembali ke level di bawah 1%. Pasalnya pada bulan Juni 2018, rasio NPF di perusahaan pembiayaan ini meningkat menjadi 1,5% dari sebelumnya 0,9%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×