kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Suku Bunga Simpanan Bank Tinggi, Masalah Special Rate atau Kompetisi?


Senin, 02 Februari 2026 / 18:07 WIB
Suku Bunga Simpanan Bank Tinggi, Masalah Special Rate atau Kompetisi?
ILUSTRASI. Ilustrasi pelayanan nasabah bank (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga simpanan tinggi rupanya masih diterapkan perbankan. Sebagian demi menjaring dana, sebagian lain untuk menjaga hubungan dengan nasabah eksisting. 

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat porsi nominal simpanan perbankan yang berada di atas tingkat bunga penjaminan (TBP) masih lebih dari 30% pada akhir tahun 2025. Untuk diketahui, sejak kuartal III-2025 lalu hingga saat ini TBP bank umum rupiah dan valas masing-masing berada di posisi 3,5% dan 2%, sementara Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di 6%. 

Dalam kondisi ini, Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu menyebut bank perlu mulai melakukan penyesuaian. Penurunan suku bunga simpanan diperlukan untuk meminimalisir biaya dana (cost of fund/COF) dan mempercepat transmisi penurunan suku bunga kredit. 

Baca Juga: LPS Imbau Bank Turunkan Suku Bunga Simpanan

“Melalui moral suasion, LPS mengimbau bank mengikuti TBP sehingga suku bunga pinjaman juga menurun, stabilitas pendanaan terjaga, dan mendukung fungsi intermediasi perbankan,” sebut Anggito belum lama ini. 

Pada sejumlah bank, suku bunga simpanan di atas TBP diberikan dengan skema khusus alias special rate. Namun, ada pula bank yang memang menetapkan suku bunga tinggi untuk kompetisi penjaringan dana pihak ketiga (DPK) di pasar. 

Kalau menurut Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan, pemberian special rate sebenarnya praktik yang wajar dalam perbankan. Umumnya, itu berhubungan dengan upaya bank menjaga hubungan dengan nasabah eksisting. 

“Dan biasanya nasabah bukan hanya mempunyai satu produk DPK,” jelas Lani kepada Kontan, Senin (2/2/2026). 

Namun begitu, Lani mengaku porsi simpanan dengan special rate di CIMB Niaga tak banyak. Pun secara kinerja efisiensi, meski ia tak membagikan rincian angkanya, hingga akhir tahun lalu COF bank sudah mulai menurun. 

Direktur OK Bank Efdinal Alamsyah juga mengaku special rate ditetapkan secara selektif untuk menjaga stabilitas likuiditas dan retensi nasabah utama, alih-alih sebagai strategi umum penjaringan dana. Pun, penetapannya didasari atas legasi dan bersifat taktis. 

Baca Juga: Suku Bunga Simpanan Belum Turun, LPS Akan Sesuaikan Bunga Penjaminan

Dengan kata lain, special rate dipertahankan untuk nasabah yang sudah memiliki catatan historis penyimpanan dana dengan bank.

Secara keseluruhan, Efdinal bilang tren suku bunga simpanan OK Bank sudah turun bertahap pada 2024–2025 seiring pelonggaran moneter. Namun begitu, ia mengaku porsi bunga di atas TBP masih ada akibat faktor kompetisi, struktur dana, dan kebutuhan pendanaan jangka pendek. 

Mengutip situs resminya, bunga simpanan tabungan dan giro OK Bank masih berada di level penjaminan LPS. Namun, suku bunga deposito bank ada di rentang 3,5% – 5,75%. 

“Bank umumnya menekan biaya dana melalui penguatan CASA. Special rate dibatasi agar lebih selektif dan berbasis nilai hubungan nasabah, diimbangi dengan strategi menjaga profitabilitas melalui optimalisasi yield asset dan efisiensi operasional,” ujar Efdinal. 

Ke depan, Efdinal bilang pihaknya bakal memperketat pemberian special rate dan melakukan penyesuaian bertahap terhadap deposito legasi yang mahal. Itu menjadi salah satu strategi bank mencapai profitabilitas yang maksimal.

“Meskipun angka target spesifiknya sangat bergantung pada asumsi suku bunga, kondisi pasar, dan kebijakan internal bank nantinya, kami menargetkan penurunan COF secara bertahap dan pertumbuhan laba,” kata Efdinal. 

Baca Juga: Suku Bunga Simpanan Turun, Ekonom Proyeksikan Perbankan Turunkan Bunga Depositonya

Selanjutnya: Cek Klasemen, Jadwal Proliga 2026 Putaran 2 & Jakarta Lavani vs Jakarta Bhayangkara

Menarik Dibaca: Ini 5 Aset Kripto Top Gainers saat Pelemahan Pasar Tak Terbendung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×