kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45949,73   8,09   0.86%
  • EMAS1.029.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tak mau ketinggalan tren digital, perbankan syariah siapkan layanan SuperApp


Kamis, 02 September 2021 / 13:47 WIB
Tak mau ketinggalan tren digital, perbankan syariah siapkan layanan SuperApp
ILUSTRASI. Aplikasi perbankan digital BSI Mobile.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren digitalisasi semakin panas seiring regulator memberikan lampu hijau kehadiran bank digital di tanah air. Agar tak ketinggalan, perbankan syariah pun berlomba menyiapkan layanan digital SuperApp.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk akan tetap mempertahankan kantor cabang namun layanan dan operasionalnya diperkuat oleh digitalisasi. Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyadari digitalisasi tidak bisa dilawan. 

“Dengan strategi bionic banking, BSI juga menganut strategi open banking untuk bekerja sama dengan fintech dan e-commerce yang sesuai prinsip syariah. Mobile banking akan menjadi pertarungan nantinya, bank besar sudah menjadikannya SuperApp, ini juga yang akan dibangun BSI ke depan SuperApp ini,” ujar Hery belum lama ini. 

Ia menyatakan, layanan SuperApp akan memberikan kemudahan dan kenyaman pengalaman bagi nasabah. Ia memproyeksikan bisa memfasilitasi berbagai kebutuhan sehari-hari melalui SuperApp tersebut. 

Kini layanan BSI Mobile juga bisa untuk bertransaksi menabung emas, gadai emas, membayar Ziswaf, dan membeli hewan qurban. Selain itu, pengguna BSI Mobile dapat mengecek waktu sholat dan lokasi masjid terdekat.

Baca Juga: BSI dorong penguatan ekosistem ekonomi syariah

Adapun transaksi Mobile Banking BSI hingga Juli 2021 sebanyak 46,4 juta transaksi atau naik 97,4% secara tahunan (yoy). Peningkatan tersebut juga didorong oleh tingginya aktivitas transaksi pembayaran belanja e-commerce. Transaksi ini mengalami kenaikan sebesar triple digit selama Juli 2021 secara tahunan (yoy). 

Transaksi tersebut menyumbangkan peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee based sebanyak Rp12,9 miliar atau naik 71,85% sejak awal 2021 secara yoy.

“Sampai dengan Juli 2021, transaksi BSI Mobile berkontribusi paling tinggi yaitu 46% dari jumlah transaksi e-channel, sudah melebihi pencapaian tahun 2020,” kata Hery. 

Jumlah Pengguna BSI Mobile sampai dengan 17 Agustus 2021 lebih dari 2,7 juta user atau meningkat 79,4% secara yoy dengan pertumbuhan user aktif mencapai lebih dari 1,1 juta nasabah atau meningkat sebanyak 92,5% secara yoy. 

Sampai akhir tahun 2021, BSI menargetkan 3 juta pengguna baru BSI Mobile dan juga target fee based sebesar Rp 532 miliar dari transaksi e-channel.

Begitupun dengan unit usaha syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk yang ingin memiliki layanan SuperApp. Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara bilang digital banking telah menjadi tujuan utama dalam menjalankan bisnis. 

“Transaksi kita digital itu sudah berkisar 95% hingga 96%. Kami sangat siap dalam bersaing secara digital. Kita bank pertama melakukan transaksi QRIS dan buka rekening via OctoMobile. Kita sedang mencoba untuk proses daftar haji secara digital,” papar Pandji. 

Ia menargetkan fitur teranyar ini bisa diluncurkan pada penghujung 2021. Namun, semua itu tergantung kepada kesiapan dan restu dari Kementerian Agama. 

Selanjutnya: Aset Bank BRI (BBRI) berpotensi tumbuh kencang usai rights issue

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×