kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Ada Ketidakpastian Global, Nilai Rasio Klaim Asuransi Kredit Berpotensi Meningkat


Minggu, 08 Maret 2026 / 05:30 WIB
Ada Ketidakpastian Global, Nilai Rasio Klaim Asuransi Kredit Berpotensi Meningkat


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Angka rasio klaim lini asuransi kredit di industri asuransi umum terbilang masih tinggi. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, rasio klaim asuransi kredit berada di level 95,7% per akhir 2025, atau meningkat dibandingkan pencapaian per akhir 2024 yang sebesar 91,3%.

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo berpendapat rasio klaim asuransi kredit berpotensi besar meningkat pada 2026, seiring adanya ketidakpastian global.

"Bahkan, diproyeksikan melebihi level 95,7% yang tercatat pada akhir 2025," ungkapnya kepada Kontan, Sabtu (7/3).

Baca Juga: Pengelola Dana Pensiun Lebih Selektif Masuk Bursa Saham, Ini Pertimbangannya

Irvan menerangkan tekanan makro ekonomi tersebut akan mendorong perusahaan asuransi meningkatkan kewaspadaan melalui seleksi risiko yang lebih ketat dan penyesuaian tarif premi.

Untuk menekan dan mengantisipasi lonjakan rasio klaim asuransi kredit, Irvan menyebut industri asuransi perlu menerapkan sejumlah upaya. Dia bilang perusahaan asuransi perlu fokus pada penguatan underwriting, penyesuaian tarif premi berbasis risiko, dan monitoring portofolio. 

"Langkah kunci juga diperlukan, mencakup seleksi ketat profil debitur, optimalisasi risk sharing dengan bank, dan penggunaan teknologi untuk pemodelan aktuaria yang lebih akurat," ucap Irvan.

Sementara itu, Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan rasio klaim asuransi kredit yang berada di level 95,7% per akhir 2025 memang menunjukkan tekanan profitabilitas yang cukup tinggi. Budi bahkan menyebut industri asuransi umum perlu mewaspadai adanya potensi peningkatan rasio klaim ke depannya, seiring kondisi ketidakpastian global yang meningkat baik karena faktor geopolitik maupun perlambatan ekonomi. 

"Risiko gagal bayar berpotensi meningkat, terutama pada sektor yang sensitif terhadap pembiayaan dan perdagangan," ungkapnya kepada Kontan.

Oleh karena itu, Budi menerangkan industri asuransi umum tetap perlu menerapkan kewaspadaan pada tahun ini. Untuk mengantisipasi risiko peningkatan rasio klaim, dia bilang industri telah melakukan langkah mitigasi melalui pengetatan seleksi risiko, penyesuaian tarif berbasis profil risiko, penguatan monitoring portofolio, serta koordinasi yang lebih erat dengan lembaga pembiayaan. 

"Dengan disiplin underwriting dan manajemen risiko yang lebih kuat, industri diharapkan dapat menjaga rasio klaim tetap lebih terkendali dibanding periode tekanan sebelumnya," kata Budi. 

Baca Juga: BBRI Gelar RUPST 10 April 2026, Investor Menanti Kepastian Dividen Meski Laba Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×