kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Target pasar syariah tahun ini tidak tercapai


Senin, 16 Desember 2013 / 11:19 WIB
Target pasar syariah tahun ini tidak tercapai
ILUSTRASI. Gejala dan Cara Mengatasi Disleksia Pada Anak. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Meski pertumbuhan perbankan syariah relatif masih cukup tinggi jika dibandingkan perbankan secara umum maupun keuangan syariah secara global, namun hal tersebut belum mampu mengangkat pangsa pasar syariah tahun ini. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyebutkan, hal itu disebabkan masih banyaknya tantangan yang dihadapi oleh perbankan syariah dalam mengembangkan bisnisnya.

Agus mengungkapkan, pencapaian target pangsa pasar syariah sebesar 5%, tidak dapat terealisasikan di tahun ini. "Industri keuangan syariah menghadapi banyak halangan. Mudah-mudahan di tahun depan dapat tercapai yang diperkirakan antara 5,25%-6,25%," ujar Agus di Gedung BI, Jakarta, Senin (16/12).

Agus menuturkan, tantangan jangka pendek yang dihadapi perbankan syariah antara lain masalah permodalan, pembukaan kantor cabang, jumlah sumber daya manusia (SDM), inovasi produk yang mampu berkompetisi dan diterima pasar, serta program sosialisasi.

Sedangkan tantangan jangka panjang yang dihadapi perbankan syariah yakni perbedaan karakteristik perbankan syariah dan sistem keuangan konvensional. Selain itu, beralihnya fungsi institusi pengawasan dan pengaturan perbankan syariah dari BI ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), diharapkan dapat tetap mempertahankan kesinambungan perkembangan perbankan syariah ke depannya.

"Kerjasama yang erat antara BI (otoritas makroprudensial) dan OJK (otoritas mikroprudensial) menjadi salah satu hal penting dan jauh dikembangkan dengan menggandeng berbagai otoritas lain sebagai stakeholders penting keuangan syariah dan pengambil kebijakan," jelas Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×