kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.826   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tarif ATM diatur, pendapatan fee bank bisa turun


Selasa, 16 September 2014 / 18:34 WIB
Tarif ATM diatur, pendapatan fee bank bisa turun
Catat Net Buy Jumbo, Asing Banyak Menadah Saham Ini Saat IHSG Memerah, Kamis (30/3)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Perbankan mulai merespons rencana pengaturan biaya transaksi melalui mesin Anjungan Tunasi Mandiri (ATM). Rico Usthavia Frans, Senior Executive Vice President Transactional Baking PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menilai, penentuan biaya melalui mesin ATM harus disesuaikan dengan biaya pengelolaan. 

“Pengaturan biaya melalui mesin ATM itu idealnya mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), serta harus mendukung juga bank-bank yang berinvestasi secara serius di ATM,” jelas Rico, kepada KONTAN, Selasa (16/9).

Bank Mandiri mencatat, biaya pengelolaan untuk ATM seperti investasi mesin mencapai Rp 70 juta per ATM, sedangkan biaya operasional rata-rata mencapai Rp 15 juta - Rp 16 juta per bulan. Tentunya, biaya ini tidak otomatis menaikan beban operasional, tapi akan mempengaruhi pada pendapatan komisi atau fee based income.

"Kami belum memperhitungkan penurunannya,” tambahnya. Adapun, bank plat merah ini, menargetkan pendapatan fee income dari transaksi ATM mencapai Rp 725 miliar, dari target pendapatan fee income keseluruhan transaksi electronic banking  sebesar Rp 1,7 triliun sampai akhir tahun 2014. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×