kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.512   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.735   -124,36   -1,81%
  • KOMPAS100 896   -19,90   -2,17%
  • LQ45 659   -11,15   -1,66%
  • ISSI 244   -4,20   -1,70%
  • IDX30 372   -4,71   -1,25%
  • IDXHIDIV20 456   -5,92   -1,28%
  • IDX80 102   -1,89   -1,82%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,19   -0,99%

Tarik SAL Rp 75 Triliun dari Bank Pelat Merah, Begini Penjelasan Menkeu Purbaya


Jumat, 02 Januari 2026 / 12:36 WIB
Tarik SAL Rp 75 Triliun dari Bank Pelat Merah, Begini Penjelasan Menkeu Purbaya
Karyawan membawa pasokan uang di Cash Pooling Bank Mandiri (KONTAN/Carolus Agus Waluyo). Menkeu Purbaya menyebut penarikan kembali dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp 75 triliun dari perbankan bisa memberikan efek nyata terhadap perekonomian.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

Namun, Purbaya sempat menyebutkan bahwa kebijakan penempatan dana SAL di perbankan memang belum berdampak optimal. 

Pun kalau melihat tren penyaluran kredit, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhannya masih cenderung moderat di level 7,74% hingga November 2025. 

Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan pun menilai, besaran undisbursed loan yang masih sangat besar tak sebanding dengan realisasi penyerapan dana SAL. 

Baca Juga: Purbaya: Dirut Bank Pelat Merah Pusing Menerima Dana Jumbo dari Pemerintah

Undisbursed loan saat ini di atas Rp 2.000 triliun, sehingga permintaan kredit belum bisa diukur berdasarkan terserapnya Rp 200 triliun dari pemerintah,” ujar Trioksa. 

Untuk diketahui, BI mencatat undisbursed loan perbankan hingga November 2025 masih tinggi mencapai Rp 2.509,4 triliun atau 23,18% dari plafon kredit tersedia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×