kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Tekanan Pencadangan Tekan Laba, Manajemen BBRI Optimistis Kualitas Aset Membaik


Jumat, 27 Februari 2026 / 05:56 WIB
Tekanan Pencadangan Tekan Laba, Manajemen BBRI Optimistis Kualitas Aset Membaik
Direktur Utama BRI Hery Gunardi (Dok/BRI). Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI masih tertekan sepanjang 2025 seiring kenaikan beban pencadangan untuk mengantisipasi risiko kredit.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI masih tertekan sepanjang 2025 seiring kenaikan beban pencadangan untuk mengantisipasi risiko kredit.

Meski demikian, bank pelat merah ini tetap optimistis kualitas aset akan membaik sehingga kinerja keuangan berangsur pulih.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan perseroan terus memperkuat manajemen risiko, terutama di segmen mikro dan kecil. 

Sepanjang 2025, BRI membentuk subdirektorat ritel di bawah direktorat manajemen risiko serta memperketat pengawasan di segmen wholesale.

Baca Juga: Awal 2026: Asing Serbu BBRI, Net Buy Ratusan Juta Saham

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) BRI masih berada di kisaran 3%. Namun, kualitas penyaluran kredit baru dinilai membaik. 

"Di segmen besar, NPL sudah turun sekitar 110 basis poin secara tahunan. Ini menunjukkan underwriting baru lebih baik," ujar Hery, Kamis (26/2/2026).

Ke depan, BRI juga memperkuat fungsi penagihan (collection), khususnya di segmen konsumer dan mikro, untuk menekan potensi kenaikan kolektibilitas. 

Tahun ini, BRI menargetkan biaya kredit (cost of credit/CoC) di kisaran 2,9%–3,2%, turun dari realisasi 2025 yang mencapai 3,3%.

Dari sisi ekspansi, penyaluran kredit tetap dilakukan secara selektif dengan fokus utama pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk KUR perumahan. 

Baca Juga: Tingkatkan Perolehan Laba, Bank Swasta Mulai Kurangi Biaya Pencadangan di 2025

BRI menargetkan pertumbuhan kredit tumbuh 7%–9% pada tahun ini. Selektivitas diarahkan pada sektor dengan imbal hasil memadai tanpa mengorbankan kualitas aset.

Untuk pendanaan, BRI menggenjot dana murah (current account saving account/CASA). Sepanjang 2025, rasio CASA mencapai 70,6%, meningkat dari 67,3% pada 2024. 

Strateginya mencakup optimalisasi transaction banking melalui peningkatan produktivitas dan volume transaksi ritel, serta penguatan platform cash management dan trade di segmen wholesale.

Dengan strategi tersebut, BRI menargetkan biaya dana menurun, margin terjaga, dan kualitas kredit semakin solid. “Kami yakin 2026 akan lebih baik dibandingkan 2025,” tegas Hery.

Secara kinerja, BRI membukukan laba bersih Rp 56,6 triliun sepanjang 2025, turun 5,5% secara tahunan akibat kenaikan total beban pencadangan 10,7% menjadi Rp 42,97 triliun. 

Baca Juga: Manulife Aset Manajemen Wujudkan Akses Pendidikan Inklusif bagi Anak Indonesia

Pendapatan bunga bersih naik 5,5% menjadi Rp142,6 triliun, sementara pendapatan non bunga tumbuh 2,6% menjadi Rp54,6 triliun.

Adapun kredit BRI per akhir 2025 mencapai Rp1.521,49 triliun, tumbuh 12,31% secara tahunan. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,4% menjadi Rp1.466,84 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×