kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ternyata, orang Indonesia lebih gemar bertransaksi lewat bank ketimbang yang lain


Kamis, 14 November 2019 / 15:44 WIB
Ternyata, orang Indonesia lebih gemar bertransaksi lewat bank ketimbang yang lain
Peluncuran hasil survei inklusi keuangan

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Orang Indonesia masih gemar bertransaksi lewat bank ketimbang lembaga keuangan lain. Transaksi melalui perbankan bahkan mengalahkan jasa keuangan lain mulai dari asuransi hingga dana pensiun.

Mengutip riset Satuan Tugas Survei dari Dewan Nasional Keuangan Inklusi (DNKI), produk dan layanan bank paling banyak digunakan yaitu 57,7% dari total layanan keuangan lain. Sedangkan multifinance 26,3%, asuransi termasuk BPJS Kesehatan 18,9%, koperasi dan LKM syarih 13,3%, pergadaian 10,0%, uang elektronik berbasis seluler 4,7%, dana pensiun termasuk BPJS Ketenagakerjaan 2,3% dan dana investasi 0,4%.

Head of Project Management Office DNKI Djauhari Sitorus menjelaskan alasan kenapa orang Indonesia masih banyak mengakses perbankan karena masih besarnya permintaan akan produk tabungan dan transfer.

Baca Juga: Berkat ponsel, pengguna uang elektronik naik empat kali lipat dari 2016

“Bank juga memenuhi permintaan kredit, terutama dalam bentuk kredit dengan agunan, kredit kendaraan, perumahan, dan kredit tanpa agunan. Program kredit mikro pemerintah, seperti KUR, telah memperluas akses kredit,” kata Djauhari di Jakarta, Kamis (14/11).

Faktor lainnya terkait akses geografis ke layanan keuangan. Hampir setengah orang dewasa tahu adanya ATM dalam jarak satu kilometer dari rumah. Sebanyak 75,2% responden gemar bertransaksi ke bank karena lokasi kantor cabang dekat yaitu sekitar 5 kilometer dari rumah mereka. Mereka juga dimudahkan dengan adanya ATM.

Biasanya, pemilik akun bank sangat aktif yaitu 88,2% menggunakan akun mereka dalam 90 hari terakhir. Tingginya tingkat penggunaan akun bank menunjukkan bahwa kepemilikan akun bank didorong oleh sisi permintaan.

Sedangkan perluasan kepemilikan akun bank membutuhkan penawaran produk dan jasa, seperti pembayaran mikro untuk uang elektronik, serta kebutuhan konsumen secara lebih beragam.
Sebagian besar, orang-orang masih gemar mengakses tabungan 51,2%, menyusul transfer 32,4%, kredit dengan agunan 8,5%, KUR 6,9%, uang elektronik 3,6%, kredit kendaraan 2,3%, deposito berjangka 2,2%, kredit tanpa agunan 1,6%, kredit rumah 1,6%, kredit mikro 0,9% dan rekening 0,7%.

Ada beberapa sektor pekerjaan yang belum banyak terakses keuangan. Menurut Djauhari, kepemilikan akun terendah di sektor pertanian dan tertinggi para profesional serta pegawai pemerintah.

Baca Juga: Kemenkeu terbitkan aturan baru lelang SUN di pasar perdana domestik

Asal tahu saja, survei ini dilakukan akhir 2018 hingga awal 2019 yang melibatkan 6.695 orang dewasa berusia 15 tahun ke atas. Mereka merupakan anggota rumah tangga di seluruh provinsi dan dengan proyeksi populasi nasional 2018 penduduk perkotaan atau pedesaan dan jenis kelamin.

Satuan Tugas Survei tersebut beranggotakan perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)), Badan Pusat Statistisk, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Negara/ Bappenas.


Tag


TERBARU

×