Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tokio Marine Life Insurance memperkirakan unitlink berbasis pendapatan tetap masih menjadi salah satu pilihan yang menarik hingga akhir tahun.
Dalam kondisi pasar saat ini, SVP Marketing and Corporate Planning Tokio Marine Life Alexander Mahendrawan mengatakan ada sejumlah faktor yang membuat unitlink berbasis pendapatan tetap menjadi menarik, termasuk yield Surat Berharga Negara (SBN) yang masih kompetitif.
"Instrumen pendapatan tetap masih cukup menarik utamanya karena yield Surat Berharga Negara (SBN) masih berada pada level kompetitif, meskipun mengalami penurunan dalam satu bulan terakhir," katanya kepada Kontan, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga: AXA Mandiri: Kinerja Unitlink Pendapatan Tetap dan Pasar Uang Bisa Lebih Konsisten
Lebih lanjut, kondisi geopolitik yang terjadi masih menyebabkan volatilitas pasar keuangan global, sehingga instrumen seperti pendapatan tetap bisa menjadi pertimbangan. Alexander menyebut hal tersebut didukung pelaku pasar saat ini masih mencermati perkembangan konflik di Selat Hormuz.
Dia bilang ketidakpastian terkait perjanjian damai dan masih berlanjutnya serangan membuat volatilitas pasar keuangan global tetap tinggi.
Di dalam negeri, Alexander menilai ketidakpastian juga mulai berkurang, seiring dengan penyampaian rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) oleh pemerintah kepada DPR, dengan proyeksi defisit APBN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih rendah, serta proyeksi pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat.
Selain memberikan potensi pendapatan dari kupon, Alexander mengatakan penurunan yield juga dapat memberikan peluang kenaikan harga obligasi atau capital gain. Dia menyebut kondisi pasar obligasi saat ini relatif positif, tercermin dari penguatan indeks obligasi pemerintah dan penurunan yield sejumlah tenor SBN dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: OJK: Produk Asuransi Kesehatan Perlu Penuhi Ketentuan Fitur Tanpa Pembagian Risiko
Sementara itu, Alexander berpendapat instrumen berbasis saham juga masih memiliki peluang untuk memberikan imbal hasil positif. Dia menjelaskan hal itu terlihat dari momentum pasar saham domestik yang membaik, didukung penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan arus dana asing yang masuk.
"Namun, volatilitas saham relatif lebih tinggi, sehingga kinerjanya akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi global, suku bunga, nilai tukar, serta sentimen investor," ujarnya.
Alexander menyampaikan instrumen pasar uang cenderung lebih defensif dan dapat menjadi pilihan bagi nasabah dengan profil risiko konservatif, meskipun potensi imbal hasilnya relatif lebih terbatas.
Dari sisi investasi, dia bilang pada dasarnya masing-masing jenis unitlink memiliki peluang dan karakteristik yang berbeda hingga akhir tahun. Alexander menerangkan bahwa pemilihan underlying investasi pada unitlink pada akhirnya tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, dan horizon investasi masing-masing nasabah.
Alexander menyampaikan kontribusi premi bisnis baru dari produk unitlink terhadap total premi bisnis baru perusahaan mencapai 32% per Juni 2026. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Tokio Marine Life mencatatkan total premi sebesar Rp 312,44 miliar per Juni 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













