Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Visa Indonesia menyiapkan beberapa strategi untuk mendorong pertumbuhan transaksi digital di Indonesia, terutama pada aspek keamanan dan kepercayaan konsumen.
Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari mengatakan bahwa meningkatnya antusiasme penggunaan teknologi digital dalam berbelanja perlu diimbangi dengan perlindungan yang memadai dalam proses pembayaran.
“Konsumen di Indonesia semakin antusias menggunakan AI dalam berbelanja, namun tetap menginginkan kejelasan dan perlindungan yang kuat saat proses pembayaran,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Program Kopdes Merah Putih Disiapkan, Penerima Bansos Bisa Jadi Tenaga Kerja
Katanya, seiring dorongan digitalisasi di Indonesia, Visa Indonesia berkomitmen mempercepat adopsi pembayaran digital yang aman melalui berbagai solusi.
Salah satunya dengan teknologi tokenisasi digital jaringan melalui layanan Click to Pay dan autentifikasi tepercaya.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya intensitas transaksi digital masyarakat. Studi YouGov bersama Visa mencatat 62% konsumen Indonesia kini berbelanja online dua hingga tiga kali per bulan pada tahun 2025.
Dari sisi metode pembayaran, sebanyak 78% konsumen menggunakan akun dengan saldo tersimpan. Tingginya angka ini menunjukkan dominasi instrumen pembayaran digital, termasuk dompet digital, dalam ekosistem e-commerce nasional.
Kemudian, kesadaran terhadap keamanan transaksi juga mulai meningkat. Sekitar 34% konsumen telah mengetahui teknologi tokenisasi, yang memungkinkan perlindungan data melalui enkripsi dan mendukung pengalaman pembayaran cepat.
Di sisi lain, Sebanyak 82% konsumen telah menggunakan AI untuk membantu pencarian produk, membandingkan harga, hingga melacak pesanan, dan angkanya diproyeksikan terus meningkat.
Meski begitu, adopsi transaksi berbasis AI masih menghadapi tantangan. Sekitar 32% konsumen menyatakan terbuka terhadap penggunaan AI untuk pembelian, namun tetap menuntut transparansi, termasuk kejelasan biaya dan konfirmasi sebelum transaksi diselesaikan.
Baca Juga: Data Kartu Kredit Wajib Dilaporkan ke Dirjen Pajak, Begini Respon BCA
Untuk mendukung perkembangan tersebut, Visa mulai membangun fondasi belanja berbasis AI. Melalui Visa Intelligent Commerce dan Trusted Agent Protocol, Visa menghadirkan sistem yang aman untuk menghubungkan konsumen, AI, dan pedagang.
Dengan strategi ini, perlindungan konsumen tetap menjadi fokus utama Visa Indonesia di tengah perkembangan teknologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













