kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Transaksi Kartu Kredit Tumbuh 22,69% Meski Jumlah Kartu Beredar Menurun


Minggu, 08 November 2026 / 06:38 WIB
Transaksi Kartu Kredit Tumbuh 22,69% Meski Jumlah Kartu Beredar Menurun
ILUSTRASI. Transaksi kartu kredit tumbuh 22,69% pada Agustus 2026 meski jumlah kartu beredar turun. Bank Mandiri dan BCA perkuat inovasi. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penggunaan kartu kredit di Indonesia masih menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2026. Meskipun jumlah kartu yang beredar mengalami penurunan, masyarakat tercatat semakin aktif memanfaatkan fasilitas pembayaran tersebut, tercermin dari kenaikan volume dan nilai transaksi.

Mengacu pada data Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan (SPIP) Bank Indonesia (BI), jumlah kartu kredit mencapai 18,31 juta kartu pada Agustus 2026. Jumlah tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 18,87 juta kartu.

Namun, penurunan jumlah kartu beredar tidak menghambat pertumbuhan transaksi. Pada Agustus 2026, volume transaksi kartu kredit justru meningkat 22,69% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi 52,67 juta transaksi.

Dari sisi nilai, transaksi kartu kredit juga tumbuh 14,34% yoy menjadi Rp 43,82 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan nilai transaksi pada Agustus 2025 yang mencapai Rp 38,33 triliun.

Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta mengatakan, pertumbuhan transaksi kartu kredit perbankan masih berlanjut hingga kuartal III 2026, baik dari sisi volume maupun nilai transaksi.

Baca Juga: Bisnis Paylater Perbankan Tumbuh 26,68%, Ini Kinerja Allo Bank dan BCA

"Transaksi kartu kredit sampai dengan kuartal III mengalami kenaikan, baik dari transaksi maupun nilai rupiah," ujar Steve kepada kontan.co.id, Jumat (6/11).

Menurutnya, peningkatan transaksi tersebut salah satunya ditopang oleh semakin luasnya penggunaan layanan pembayaran digital di masyarakat. Selain itu, basis nasabah kartu kredit yang relatif stabil masih aktif menggunakan kartu kredit untuk berbagai kebutuhan, termasuk transaksi domestik dan perjalanan selama musim liburan.

"Faktor-faktor yang mendorong tentunya salah satunya adalah kebiasaan untuk menggunakan transaksi digital yang semakin memasyarakat," katanya.

Steve optimistis pertumbuhan transaksi kartu kredit masih berlanjut hingga penghujung 2026. AKKI memperkirakan volume dan nilai transaksi kartu kredit masing-masing dapat tumbuh sekitar 18% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Industri masih yakin tren untuk transaksi kartu kredit positif dan akan berkembang terus. Diharapkan pertumbuhan di angka sekitar 18% untuk volume dan nilai transaksi tahun ini dibanding tahun lalu," ungkapnya.

Kendati demikian, Steve mengingatkan industri kartu kredit masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah pertumbuhan jumlah pemegang kartu yang belum secepat peningkatan aktivitas transaksi.

Dari sisi risiko, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) kartu kredit juga tercatat mengalami sedikit kenaikan. Saat ini, NPL kartu kredit berada sedikit di atas 2,5%, meningkat sekitar 0,15 poin persentase dibandingkan tahun lalu.

"NPL kartu kredit saat ini sedikit di atas 2,5%, kenaikan sebesar 0,15% dibanding tahun lalu," jelas Steve.

Menurutnya, perkembangan tersebut perlu dicermati di tengah kondisi ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Meski begitu, pertumbuhan pemegang kartu baru yang tidak terlalu agresif dibandingkan produk kredit lainnya dinilai turut membantu menjaga kualitas portofolio industri.

Bank Mandiri dan BCA Perkuat Inovasi Kartu Kredit

Di tingkat perbankan, bisnis kartu kredit juga masih mencatatkan pertumbuhan positif. VP Credit Cards Group Bank Mandiri Agus Hendra Purnama mengatakan, volume transaksi kartu kredit Bank Mandiri pada kuartal III 2026 tumbuh 15% secara tahunan. Sementara itu, baki debet kartu kredit meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: OJK Ungkap Aturan Gadai Saham JARR dan PGUN Milik Haji Isam ke Bank Mandiri

"Pertumbuhan tersebut didukung oleh strategi bisnis yang berfokus pada pengembangan segmen affluent, melalui penguatan akuisisi nasabah berkualitas, optimalisasi potensi cross-selling dari basis nasabah prioritas dan wealth management, serta penyediaan berbagai manfaat premium dan penawaran yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah," kata Agus.

Ke depan, Bank Mandiri akan tetap memprioritaskan pengembangan segmen nasabah affluent atau nasabah berpenghasilan tinggi. Strategi tersebut akan didukung dengan penguatan kapabilitas digital dan pengembangan fitur pembayaran.

Sejumlah inovasi yang dikembangkan Bank Mandiri antara lain pembayaran berbasis QRIS, penggunaan virtual card untuk transaksi e-commerce, fasilitas penarikan dana tunai, serta fitur Tap to Pay.

Dari sisi kualitas aset, Agus memastikan kondisi kredit bermasalah pada bisnis kartu kredit Bank Mandiri masih terkendali.

"Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) Kartu Kredit Bank Mandiri tetap terjaga pada level yang terkendali," ujarnya.

Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Hera F. Haryn mengatakan, bisnis kartu kredit BCA juga masih memperlihatkan perkembangan positif.

Per September 2026, outstanding pinjaman konsumer lainnya yang mayoritas merupakan kartu kredit tumbuh 11,5% yoy menjadi Rp 26,3 triliun.

"Hal ini merupakan suatu bentuk kepercayaan nasabah yang tetap menggunakan kartu kredit BCA dalam memenuhi kebutuhannya," kata Hera.

Baca Juga: Rasio Kredit Macet BFI Finance (BFIN) Turun Jadi 1,33%, Siapkan Dividen hingga 70%

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, BCA secara konsisten menawarkan berbagai promo dan manfaat kepada nasabah melalui kerja sama dengan sejumlah rekanan.

Selain strategi promosi, BCA juga terus mengembangkan inovasi produk dan layanan untuk memperluas kemudahan transaksi. Salah satu inovasi terbarunya adalah peluncuran BCA Kartu Kredit Indonesia (KKI), yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi menggunakan QRIS dengan sumber dana dari KKI melalui aplikasi myBCA.

BCA juga meluncurkan Kartu Kredit BCA Blibli Tiket Mastercard dengan tema "One Card More Rewards". Melalui produk tersebut, nasabah dapat menikmati berbagai keuntungan dan reward dari transaksi di ekosistem Blibli Tiket.

"Kami berharap bisnis kartu kredit masih akan terus tumbuh ke depannya," tutup Hera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×