kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Triwulan I, kredit valas Mandiri capai Rp 73,51 T


Senin, 27 April 2015 / 15:37 WIB
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Mahfud Md (tengah) berbincang bersama Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Rionald Silaban (kanan) dan Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto (kiri) usai memasang plang sita di Klub Golf Bogor Raya, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/6/2022).


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Penyaluran kredit valuta asing (valas) di Bank Mandiri telah mencapai Rp 73,51 triliun. Kedepan, Bank Mandiri memang semakin membatasi penyaluran kredit valas.

Pahala Mansyuri, Direktur Tresury Bank Mandiri mengatakan, secara nominal kredit valas Bank Mandiri memang masih besar. Namun persentase tersebut semakin menurun dibandingkan beberapa tahun lalu. Persentase kredit valas Bank Mandiri di triwulan I 2015 hanyalah 13,97% dibanding total kredit sebesar Rp 525,86 triliun.

"Sementara beberapa tahun lalu, persentase kredit valas kami bisa antara 18% - 20% dari total kredit," kata Pahala di Jakarta, Jumat (24/4).

Pahala menambahkan bahwa tingkat loan to deposit ratio (LDR) valas Bank Mandiri di kuartal I 2015 mencapai 66,8%. "Kedepannya, LDR valas memang akan kita jaga senantiasa di bawah 75%," ujar Pahala.

Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri menambahkan bahwa pihaknya memang mematuhi arahan Bank Indonesia (BI) untuk mulai mengurangi penggunaan mata uang asing. Terutama sekali kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki pendapatan dalam bentuk Rupiah, jumlah kredit valas yang disalurkan mulai dikurangi. "Karena memang ada risiko currency jika kredit tetap valas sementara pendapatannya dalam Rupiah," pungkas Budi.

Berdasarkan laporan analys meeting Bank Mandiri di kuartal I 2015, penyaluran kredit valas terbanyak di sektor pertambangan, migas, kimia, transportasi, perdagangan dan agrikultur. Sebagian kecil di sektor konstruksi dan berbagai sektor lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×