kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.029   31,00   0,17%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Rupiah labil, Mandiri rem pertumbuhan kredit valas


Selasa, 10 Maret 2015 / 18:15 WIB
ILUSTRASI. Logo BCA. REUTERS/Beawiharta/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD PACKAGE - SEARCH BUSINESS WEEK AHEAD 27 FEB FOR ALL IMAGES


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Mandiri tahun ini tidak akan jor-joran dalam menyalurkan kredit valuta asing (valas). Hal tersebut diungkapkan oleh Pahala Mansyuri, Direktur Keuangan Bank Mandiri.

Menurut dia, tahun ini Bank Mandiri hanya menargetkan pertumbuhan kredit valas antara 12%-15%. Pertumbuhan tersebut menurut dia lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya yang sebesar 15%-17%.

Salah satu sebabnya, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS diperkirakan masih labil sehingga perlu lebih hati-hati.

"Debitur valas kami banyak yang melakukan kegiatan ekspor komoditas. Sementara kita tahu harga komoditas dunia sedang turun. Sehingga kita harus hati-hati," kata Pahala, Selasa (10/3).

Sekedar informasi, tahun lalu kredit valas porsinya 12% dari total kredit yang disalurkan Bank Mandiri yang sebesar Rp 475,26 triliun.

"Sampai saat ini, kredit valas kami banyak disalurkan kepada pelaku usaha yang kegiatan bisnisnya berorientasi ekspor. Mereka betul-betul membutuhkan devisa," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×