kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.018   20,00   0,11%
  • IDX 6.114   -33,52   -0,55%
  • KOMPAS100 794   -4,81   -0,60%
  • LQ45 610   -2,29   -0,37%
  • ISSI 211   -0,58   -0,27%
  • IDX30 338   -1,20   -0,35%
  • IDXHIDIV20 427   -0,26   -0,06%
  • IDX80 91   -0,56   -0,61%
  • IDXV30 115   -0,43   -0,37%
  • IDXQ30 110   0,02   0,02%

Rupiah labil, Mandiri rem pertumbuhan kredit valas


Selasa, 10 Maret 2015 / 18:15 WIB
ILUSTRASI. Logo BCA. REUTERS/Beawiharta/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD PACKAGE - SEARCH BUSINESS WEEK AHEAD 27 FEB FOR ALL IMAGES


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Mandiri tahun ini tidak akan jor-joran dalam menyalurkan kredit valuta asing (valas). Hal tersebut diungkapkan oleh Pahala Mansyuri, Direktur Keuangan Bank Mandiri.

Menurut dia, tahun ini Bank Mandiri hanya menargetkan pertumbuhan kredit valas antara 12%-15%. Pertumbuhan tersebut menurut dia lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya yang sebesar 15%-17%.

Salah satu sebabnya, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS diperkirakan masih labil sehingga perlu lebih hati-hati.

"Debitur valas kami banyak yang melakukan kegiatan ekspor komoditas. Sementara kita tahu harga komoditas dunia sedang turun. Sehingga kita harus hati-hati," kata Pahala, Selasa (10/3).

Sekedar informasi, tahun lalu kredit valas porsinya 12% dari total kredit yang disalurkan Bank Mandiri yang sebesar Rp 475,26 triliun.

"Sampai saat ini, kredit valas kami banyak disalurkan kepada pelaku usaha yang kegiatan bisnisnya berorientasi ekspor. Mereka betul-betul membutuhkan devisa," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×