kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.795   -33,00   -0,20%
  • IDX 8.111   78,97   0,98%
  • KOMPAS100 1.144   12,37   1,09%
  • LQ45 828   6,68   0,81%
  • ISSI 288   3,86   1,36%
  • IDX30 431   4,30   1,01%
  • IDXHIDIV20 516   3,30   0,64%
  • IDX80 128   1,29   1,02%
  • IDXV30 140   0,93   0,67%
  • IDXQ30 140   0,86   0,62%

Triwulan pertama, kredit mikro BRI tumbuh 22,2%


Rabu, 24 April 2013 / 19:45 WIB
Triwulan pertama, kredit mikro BRI tumbuh 22,2%
ILUSTRASI. Ini Rekomendasi 6 Tanaman yang Cocok untuk Tabulampot


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masih mempertahankan predikatnya sebagai bank yang berfokus di kredit mikro. Pada kuartal pertama tahun ini, kredit mikronya tumbuh 22,2% dari Rp 91,8 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 111,2 triliun.

"Dengan tingkat pertumbuhan tersebut, segmen mikro merupakan kontributor terbesar dalam portofolio kredit BRI," ucap Direktur Bisnis UMKM Djarot Kusumayakti, Rabu, (24/4) malam.

Kredit mikro tersebut berkontribusi 31% terhadap total kredit BRI yakni Rp 361,2 triliun. Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), Djarot menyebut komposisi kredit mikro ini diatur antara 32-34% terhadap total portofolio kredit.

Dikatakannya, BRI masih akan tetap berfokus di UMKM. Bahkan, ia yakin pertumbuhan UMKM pasti bisa melampaui peningkatan kredit BRI.

Meski begitu, Net Interest Margin (NIM) BRI tercatat menurun tipis dari 8,36% menjadi 8,19%. Direktur Keuangan BRI Ahmad Baiquni menyebut, turunnya NIM ini karena meningkatnya persaingan di berbagai bank.

Mengenai banyaknya bank yang juga mulai masuk ke kredit mikro, BRI mengaku telah memiliki persiapan untuk menghadapi hal tersebut.

Disebut Direktur Utama BRI Sofyan Basir, dalam 6 tahun belakangan, BRI telah membangun 5.000 kantor cabang. Ini lebih banyak daripada kantor mikro Teras BRI yang dibangunnya. "Untuk mempersiapkan terjadinya tekanan, kami masuk ke perkotaan. Menguatkan pasar di perkotaan," sebut Sofyan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×