Reporter: Aura Putri | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PaninBank) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 2,26 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 3,2% secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp 2,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh penurunan beban bunga sebesar 5,8% yoy menjadi Rp 4,81 triliun.
Sejalan dengan itu, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) PaninBank meningkat menjadi 4,39% dari 4,24% pada September 2025.
Presiden Direktur PaninBank, Herwidayatmo, mengatakan, perseroan terus berupaya menekan biaya dana dengan memperbaiki komposisi dana pihak ketiga (DPK), terutama melalui peningkatan dana murah berupa giro dan tabungan.
Baca Juga: Bank Mandiri Catat Laba Rp 45,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
Hingga September 2026, simpanan giro tumbuh 1,56% menjadi Rp 13,55 triliun. Sebaliknya, deposito yang memiliki biaya dana lebih tinggi turun 5,91%.
"Kami berharap giro dan tabungan terus tumbuh sehingga NIM dapat terus membaik," ujar Herwidayatmo dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit konsolidasi PaninBank mencapai Rp 142,36 triliun per September 2026, tumbuh terbatas sebesar 0,4% yoy.
Herwidayatmo menjelaskan, pertumbuhan kredit masih terkendala permintaan yang belum sepenuhnya pulih, sikap wait and see pelaku usaha, serta suku bunga kredit yang relatif tinggi.
Sementara itu, total aset konsolidasi PaninBank meningkat 2,7% yoy menjadi Rp 232,66 triliun dari Rp 226,64 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: BTPN Syariah Kantongi Laba Rp 1,01 Triliun hingga Kuartal III-2026
Dari sisi permodalan, PaninBank memiliki total modal Rp 54,26 triliun dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 36,65%. Rasio tersebut turun dari 37,45% pada September 2025, tetapi masih mencerminkan posisi permodalan yang kuat.
Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 90,06% per 30 September 2026.
Adapun kualitas aset membaik, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang turun menjadi 3,04% dari 3,16% pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, NPL net tercatat sebesar 1,13%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














