kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Tumbuh 47%, kredit syariah banyak ke sektor jasa


Jumat, 10 Mei 2013 / 11:22 WIB
ILUSTRASI. Buruh pabrik . ANTARA FOTO/Fauzan/hp.


Reporter: Nina Dwiantika |

JAKARTA. Perbankan syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan 47% pada kuartal I/2013 menjadi Rp 161,08 triliun. Berdasarkan data BI, bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) paling besar menggelontorkan pembiayaan ke sektor jasa dunia usaha dan perdagangan, restoran dan hotel.

Sektor jasa dunia usaha mencatat pembiayaan Rp 38,87 triliun atau 24% dari portofolio kredit bank syariah. Sedangkan perdagangan, restoran dan hotel mencapai Rp 13,34 triliun atau 8% dari total pembiayaan.

Di luar itu, sektor pertambangan dan listrik, gas dan air, masih kecil menerima pembiayaan dari bank syariah.

"Bank syariah banyak menyalurkan pembiayaan berdasarkan jenis usaha ke usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)," kata Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Edy Setiadi.

Dari pembiayaan tersebut, perbankan syariah (BUS dan UUS) meraup laba setelah taksiran pajak sebesar Rp 1,04 triliun. Laba ini tumbuh 84% dibandingkan kuartal I 2012 sebesar Rp 565 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×