Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatatkan kinerja positif pada awal tahun ini. Tercermin dari pencapaian penyaluran pembiayaan baru yang tumbuh signifikan.
Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila mengatakan, pembiayaan baru perusahaan mencapai Rp 11,9 triliun pada kuartal I-2026.
"Nilainya tumbuh signifikan sebesar 52% secara Year on Year (YoY)," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (1/5/2026).
Made mengatakan kinerja positif tersebut tak terlepas dari seluruh segmen baik otomotif maupun nonotomotif yang juga mencatatkan pertumbuhan.
Baca Juga: Tren Digitalisasi, Indonesia Gadai Oke Ungkap Kantor Cabang Masih Penting
Dia menambahkan bahwa pencapaian itu mencerminkan efektivitas strategi perusahaan dalam menangkap peluang pasar secara selektif dengan fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Made tak memungkiri awal tahun ini, berbagai tantangan masih dirasakan, seperti tekanan terhadap perekonomian global yang meningkat seiring eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dan mengganggu rantai pasok perdagangan.
Di tengah kondisi yang dinamis dan menantang selama kuartal I-2026, dia menerangkan kinerja industri otomotif nasional masih menunjukkan pertumbuhan yang moderat. Penjualan industri sepeda motor baru ritel tercatat tumbuh sebesar 8% YoY menjadi 1,7 juta unit.
Sebaliknya, penjualan industri mobil baru ritel tumbuh tipis sebesar 1% menjadi 212 ribu unit, seiring melemahnya permintaan pada segmen mobil penumpang.
Baca Juga: Laba Bersih Adira Finance Melejit 26% Jadi Rp 484 Miliar pada Kuartal I-2026
Namun, dengan berbagai strategi yang dilakukan, Adira Finance bisa mengatasi berbagai tantangan sehingga bisa mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru yang positif.
Sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan baru, Made mengungkapkan piutang pembiayaan yang dikelola Adira Finance turut meningkat sebesar 18% YoY, menjadi Rp 64,7 triliun pada kuartal I-2026.
Dia juga menerangkan Adira Finance terus memperluas jangkauan operasional dengan mengoperasikan 879 jaringan usaha, termasuk cabang dan satelit, di seluruh Indonesia.
Langkah itu juga berdampak terhadap peningkatan jumlah pelanggan aktif dari 2 juta nasabah pada kuartal I-2025, menjadi 2,6 juta nasabah pada kuartal I-2026.
Baca Juga: Adira Finance: Kebijakan Suku Bunga dan Kenaikan Yield Obligasi Pengaruhi Pendanaan
Sebagai informasi, Adira Finance mencatatkan laba bersih sebesar Rp 484 miliar pada kuartal I-2026, atau tumbuh 26% YoY. Selain itu, total pendapatan Adira Finance meningkat 7% secara YoY, menjadi Rp 3,2 triliun pada kuartal I-2026.
Adapun beban penyisihan penurunan nilai tercatat menurun 7% YoY, menjadi Rp 635 miliar pada kuartal I-2026.
Kualitas aset Adira Finance terjaga yang ditunjukkan dari rasio Non Performing Financing (NPF) gross konsolidasian yang menurun menjadi 1,9% per Maret 2026, dibandingkan 2,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













