kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.833   15,00   0,09%
  • IDX 8.913   -12,74   -0,14%
  • KOMPAS100 1.227   -0,49   -0,04%
  • LQ45 867   -1,12   -0,13%
  • ISSI 323   -0,18   -0,05%
  • IDX30 439   -1,13   -0,26%
  • IDXHIDIV20 517   -2,14   -0,41%
  • IDX80 136   -0,06   -0,05%
  • IDXV30 144   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,57%

Undisbursed Loan Tinggi, Perbankan Optimistis Kredit Tetap Tumbuh Positif 2026


Kamis, 08 Januari 2026 / 18:29 WIB
Undisbursed Loan Tinggi, Perbankan Optimistis Kredit Tetap Tumbuh Positif 2026
ILUSTRASI. Jumlah fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) perbankan tercatat di level tinggi jelang akhir tahun,(KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meski jumlah fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) perbankan tercatat di level tinggi jelang akhir tahun, bank-bank masih yakin realisasi kredit bakal tumbuh positif pada tahun 2026.

Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah undisbursed loan perbankan mencapai Rp 2.509,4 triliun atau setara dengan 23,18% dari plafon kredit tersedia. Sebagai perbandingan, dalam catatan Kontan, undisbursed loan pada Oktober 2024 menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar Rp 2.184 triliun.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Sagara Research Institute Piter Abdullah menjelaskan, pada dasarnya angka undisbursed loan yang tinggi itu berarti pelaku usaha menunda atau membatalkan pencairan kredit karena kondisi tertentu.

“Undisbursed loan itu bisa dipastikan mayoritas adalah kredit usaha, kredit modal kerja. Artinya pengusaha ekspansinya tidak jadi, atau ditunda, atau terjadi penurunan skala produksi,” jelas Piter kepada Kontan, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: BRI Berikan Fasilitas Kredit Untuk Anak Usaha PP Presisi Senilai Rp 1,3 Triliun

Pada masing-masing jenis dan skala usaha, kata Piter, tentu pembatalan atau penundaan pencairan kredit disebabkan oleh alasan yang bermacam-macam. Bisa jadi juga, plafon kredit yang telah disiapkan pengusaha memang dimaksudkan untuk kebutuhan yang belum direalisasikan dalam waktu dekat.

Namun secara keseluruhan, ia menilai tingginya undisbursed loan bisa dilihat sebagai sinyal perlambatan ekonomi. Lagipula, itu sejalan dengan kondisi ekonomi makro maupun global yang sejak awal tahun 2025 memang diselimuti ketidakpastian.

Untuk tahun 2026, Piter menilai tren penyaluran kredit bakal banyak dipengaruhi oleh manuver pemerintah. Menurutnya, kalau pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi, undisbursed loan bisa terus naik.

“Pada 2026 akan ada plafon kredit baru lagi. Dari yang baru itu, ada yang dicairkan, ada yang tidak dicairkan. Nanti itu memengaruhi lagi kondisi undisbursed loan 2026. Dengan asumsi pemerintah tidak mengambil kebijakan yang akseleratif, mendorong kepercayaan masyarakat, ya undisbursed loan akan naik lagi,” papar Piter.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menambahkan, dari sisi perbankan, prinsip kehati-hatian memang menjadi prioritas utama dalam penyaluran kredit. Itu dilakukan demi menjaga kualitas aset dan kesinambungan kinerja jangka panjang.

Namun, ia menilai sentimen utama yang memengaruhi tren tingginya undisbursed loan tetap berasal dari faktor eksternal. “Ketidakpastian kondisi ekonomi global, volatilitas pasar keuangan, serta dinamika geopolitik yang mendorong dunia usaha untuk lebih selektif dalam merealisasikan ekspansi,” sebut Kunardy.

Baca Juga: OCBC Telah Gunakan Seluruh Dana Hasil Penerbitan Obligasi Senilai Rp 1,5 Triliun

Kunardy tak membeberkan besaran undisbursed loan KB Bank saat ini. Yang pasti, per November 2025, KB Bank berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 44,54 triliun atau tumbuh 8% secara tahunan.

Memasuki tahun 2026, KB Bank melihat peluang penyaluran kredit tetap terbuka, seiring dengan membaiknya ekspektasi ekonomi dan kebutuhan pembiayaan di sektor-sektor produktif. Kunardy mengaku optimistis ada potensi peningkatan penyaluran kredit secara bertahap, sejalan dengan kesiapan debitur dalam mengeksekusi proyek serta membaiknya sentimen bisnis.

Kendati begitu, KB Bank tetap mencermati sejumlah hal terkait realisasi kredit ke depan. Misalnya, stabilitas makroekonomi, arah kepastian global, laju proyek-proyek strategis, serta tingkat kepercayaan dunia usaha untuk kembali melakukan ekspansi.

“Dengan pendekatan yang selektif dan terukur, kami optimistis penyaluran kredit KB Bank di 2026 dapat tumbuh secara lebih sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon Napitupulu menyebut proporsi kredit modal kerja banknya sangat minim. “Hanya 0,7% dari total nasional, karena memang model kredit kami fokus di konstruksi dan perumahan,” sebutnya.

Dengan begitu, ia memastikan undisbursed loan BTN saat ini juga porsinya minim. Yang pasti, BTN optimistis menatap tahun 2026. Targetnya, tahun ini kredit bisa tumbuh 10%–12%. Asal tahu saja, target itu sejalan dengan target pertumbuhan kredit yang dipasang BI di level 8%–12%.

Selanjutnya: IHSG Anjlok Usai Sentuh Rekor Baru, Apa Pemicunya?

Menarik Dibaca: 10 Pilihan Jus Penurun Kolesterol Alami Paling Cepat yang Layak Dicoba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×