Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja unitlink berbasis pendapatan tetap tercatat menjadi yang terendah dibandingkan jenis unitlink lainnya hingga Februari 2026. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink pendapatan tetap hanya mencapai 0,11%.
Meski mencatatkan rata-rata imbal hasil yang relatif rendah, sejumlah produk unitlink pendapatan tetap tetap mampu mencetak kinerja positif dan bahkan unggul di kelasnya.
Tercatat, terdapat 10 produk unitlink pendapatan tetap dengan imbal hasil tertinggi hingga Februari 2026. Di posisi pertama, Global Bond Income Fund yang dikelola oleh BlackRock mencatatkan return sebesar 2,15%.
Selanjutnya, posisi kedua ditempati oleh SiJi Fixed Investa Fund milik PT Asuransi Simas Jiwa dengan return sebesar 2,09%. Disusul di posisi ketiga oleh Simas Fund Rupiah, juga dari PT Asuransi Simas Jiwa, dengan imbal hasil 1,82%.
Baca Juga: DHE SDA Wajib di Himbara, Likuiditas Valas Bank Swasta Tertekan
Pada posisi keempat, terdapat High Yield Income Fund milik PT Sun Life Financial Indonesia dengan return sebesar 1,48%. Sementara itu, posisi kelima ditempati oleh Carlink Pro Ultimate Fixed milik PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR Life Insurance) dengan imbal hasil 1,28%.
Produk lain dari CAR Life Insurance, yakni Century Pro Fixed, berada di posisi keenam dengan return yang sama sebesar 1,28%. Kemudian, Carlisya Pro Fixed menempati posisi ketujuh dengan imbal hasil 1,19%.
Di posisi kedelapan, terdapat Star Premium Fixed Income Dollar yang dikelola oleh PT Surya Timur Alam Raya Asset Management (STAR AM), juga mencatatkan return sebesar 1,19%. Posisi kesembilan ditempati oleh Simas Jiwa Investa Maxima Fund dari PT Asuransi Simas Jiwa dengan imbal hasil 1,12%.
Adapun posisi kesepuluh dihuni oleh Carlink Pro Fixed milik CAR Life Insurance dengan return sebesar 1,09%.
Baca Juga: OJK Siapkan Panduan Transition Finance, Jaga Stabilitas di Tengah Dekarbonisasi
Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai bahwa unitlink pendapatan tetap tetap memiliki daya tarik tersendiri di tengah kondisi pasar yang volatil.
"Di kondisi pasar yang belum sepenuhnya tenang, menurut saya justru pendapatan tetap bisa terlihat lebih menarik untuk banyak investor, karena drawdown biasanya lebih terbatas," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (10/3).
Sebagai perbandingan, unitlink berbasis saham mencatatkan kinerja tertinggi dengan return sebesar 3,06% hingga Februari 2026. Sementara itu, unitlink campuran membukukan rata-rata imbal hasil 0,92%, dan unitlink pasar uang sebesar 0,48%.
Dengan kondisi tersebut, unitlink pendapatan tetap masih menjadi alternatif investasi yang relatif stabil, terutama bagi investor yang mengutamakan risiko yang lebih terukur di tengah fluktuasi pasar modal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













