Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menangkap momentum pertumbuhan sektor konstruksi di Kalimantan Selatan dengan memperkuat sinergi bisnis bersama PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel).
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mengamankan ekspansi pembiayaan daerah seiring meningkatnya aktivitas pembangunan, terutama terkait progres Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi Kalimantan Selatan tumbuh 7,52% secara kuartalan (q-to-q) pada Triwulan III-2025. Bahkan pada Triwulan IV-2024, kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 11,69%.
Baca Juga: Penyaluran Kredit BCA ke Sektor Konstruksi Tumbuh 19,7% pada Kuartal III-2025
Tren tersebut mencerminkan tingginya permintaan pembiayaan proyek dan investasi infrastruktur di wilayah yang kini berposisi strategis sebagai gerbang IKN.
Merespons peluang tersebut, Askrindo dan Bank Kalsel menandatangani Perjanjian Kerja Sama Asuransi Kredit Konstruksi dan Non-Konstruksi di Graha Askrindo, Jakarta.
Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat mitigasi risiko atas portofolio kredit Bank Kalsel, sekaligus mendorong ekspansi bisnis pembiayaan yang lebih agresif namun tetap terjaga.
Perjanjian ini diteken oleh Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto dan Direktur Bisnis Bank Kalsel Akhmad Fauzi Noor. Melalui skema tersebut, Askrindo memberikan pelindungan menyeluruh atas kredit konstruksi serta pembiayaan non-konstruksi, termasuk pengadaan barang dan jasa.
Baca Juga: Kinerja Laba Sejumlah Bank Daerah Membaik pada Semester I-2025
Dengan proteksi ini, Bank Kalsel memiliki ruang yang lebih luas untuk meningkatkan penyaluran kredit produktif.
Budhi Novianto menegaskan, kolaborasi dengan Bank Kalsel merupakan bagian dari strategi pertumbuhan Askrindo dalam memperkuat peran bisnis asuransi kredit di daerah.
“Sinergi ini kami arahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan solusi proteksi yang kompetitif dan berkelanjutan,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (2/2/2026).
Dari sisi perbankan, Bank Kalsel menilai dukungan Askrindo krusial dalam menjaga kualitas pertumbuhan bisnis.
Akhmad Fauzi Noor menyebut, kehadiran Askrindo memberi keyakinan bagi Bank Kalsel untuk terus mengembangkan produk pembiayaan. “Sinergi ini membuat penyaluran kredit dapat dilakukan secara lebih sehat dan terukur,” katanya.
Kerja sama ini juga dimanfaatkan Askrindo untuk mendorong standarisasi layanan asuransi kredit bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Baca Juga: Bank Jakarta Tuntaskan 100% Penyaluran Dana Pemerintah Pusat
Perusahaan membenahi seluruh rantai layanan, mulai dari perizinan produk, struktur tarif, hingga proses klaim dan subrogasi, agar lebih sederhana dan responsif terhadap kebutuhan perbankan.
Dengan penguatan proteksi risiko dan sinergi bisnis yang lebih solid, Askrindo dan Bank Kalsel menargetkan pertumbuhan pembiayaan sektor produktif di Kalimantan Selatan dapat berlanjut secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran daerah dalam ekosistem pembangunan nasional.
Selanjutnya: Rights Issue Oversubscribe, Sinergi Inti (INET) Kantongi Dana Segar Rp 3,2 Triliun
Menarik Dibaca: Layar Huawei MatePad 11.5: Fitur Tersembunyi Ini Bikin Kagum
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













