kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.652   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.622   -14,02   -0,21%
  • KOMPAS100 866   -1,17   -0,14%
  • LQ45 656   -1,37   -0,21%
  • ISSI 231   0,66   0,29%
  • IDX30 367   -0,85   -0,23%
  • IDXHIDIV20 454   -0,54   -0,12%
  • IDX80 99   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 126   0,53   0,42%
  • IDXQ30 117   -0,31   -0,26%

Kredit Perbankan Tumbuh 13,58% Jadi Rp9.135 Triliun per Juli 2026


Senin, 07 September 2026 / 14:45 WIB
Kredit Perbankan Tumbuh 13,58% Jadi Rp9.135 Triliun per Juli 2026
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae (DOK/Lydia Tesaloni)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pertumbuhan kredit perbankan nasional semakin solid hingga Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan tumbuh 13,58% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp9.135 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pertumbuhan kredit pada Juli 2026 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 12,67% YoY.

“Intermediasi perbankan terus meningkat dengan laju pertumbuhan yang semakin solid,” ujar Dian dalam konferensi pers RDK OJK, Senin (7/9).

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit masih didominasi oleh kredit investasi yang naik 25,13% YoY. Selanjutnya, kredit modal kerja tumbuh 11,04% YoY, sedangkan kredit konsumsi meningkat 5,38% YoY.

Baca Juga: Pembiayaan BNPL Tembus Rp31,56 Triliun, Rekening Pengguna Terus Bertambah

Dari sisi debitur, kredit korporasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 22,10% YoY. Sementara itu, kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan sebesar 1,62% YoY, meningkat dari 1,05% YoY pada Juni 2026.

Berdasarkan kepemilikan, kredit bank umum milik negara (Himbara) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 16,95% YoY.

Pertumbuhan kredit juga ditopang oleh akselerasi dana pihak ketiga (DPK). Pada Juli 2026, DPK perbankan tumbuh 11,21% YoY menjadi Rp10.336 triliun, meningkat dari pertumbuhan 10,21% YoY pada Juni 2026.

Pertumbuhan DPK tertinggi berasal dari deposito yang naik 13,13% YoY. Disusul giro dan tabungan yang masing-masing tumbuh 11,81% YoY dan 8,37% YoY.

Dian menyebut kondisi likuiditas perbankan masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit tercatat 102,45%, sedangkan alat likuid terhadap DPK sebesar 23,10%. Keduanya masih berada di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Sementara itu, liquidity coverage ratio (LCR) perbankan berada di level 187,5%.

Dari sisi kualitas kredit, rasio NPL gross tercatat 2,10%, sedikit meningkat dari 2,09% pada Juni 2026. Namun, NPL net justru membaik menjadi 0,81% dari 0,82% pada bulan sebelumnya.

Adapun loan at risk (LAR) turun menjadi 8,39% dari 8,47% pada Juni 2026.

Di tengah pertumbuhan intermediasi tersebut, profitabilitas perbankan masih terjaga. Return on asset (ROA) tercatat sebesar 2,45%, meski sedikit turun dari 2,47% pada Juni 2026.

Dari sisi permodalan, ketahanan industri perbankan tetap kuat. Capital adequacy ratio (CAR) meningkat menjadi 23,84% dari 23,70% pada Juni 2026.

Baca Juga: Avrist General Insurance Catat Klaim Bencana Sumatra Sebesar Rp 100 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×