kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.659   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.618   -18,80   -0,28%
  • KOMPAS100 865   -2,10   -0,24%
  • LQ45 655   -2,31   -0,35%
  • ISSI 231   0,54   0,24%
  • IDX30 367   -1,33   -0,36%
  • IDXHIDIV20 454   -1,07   -0,24%
  • IDX80 98   -0,21   -0,21%
  • IDXV30 126   0,52   0,41%
  • IDXQ30 117   -0,44   -0,37%

Krom Bank Mencatat Kenaikan Beban Impairment Seiring Lonjakan Kredit


Senin, 07 September 2026 / 13:40 WIB
Krom Bank Mencatat Kenaikan Beban Impairment Seiring Lonjakan Kredit
ILUSTRASI. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) (Dok/Krom Bank)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) mencatatkan kenaikan signifikan pada beban impairment seiring dengan ekspansi penyaluran kredit yang agresif hingga Juli 2026.

Hingga Juli 2026, penyaluran kredit Krom Bank mencapai Rp 11,29 triliun. Angka tersebut tumbuh 53% secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7,36 triliun.

Sejalan dengan ekspansi tersebut, beban impairment Krom Bank per Juli 2026 tercatat mencapai Rp 1,14 triliun atau melonjak 82,9% secara tahunan.

Baca Juga: Bank bjb Ekspansi Jaringan ke Pangandaran, Incar Pertumbuhan Bisnis Lokal

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan menjelaskan, lonjakan beban impairment tersebut merupakan langkah prudent pihaknya dalam menghadapi risiko kredit. 

Bank menerapkan pencadangan yang konservatif dan forward-looking sejalan dengan pertumbuhan kredit yang cukup tinggi.

"Pada dasarnya, lonjakan impairment di Krom Bank merupakan langkah prudent Bank dalam menghadapi risiko kredit," kata Anton kepada Kontan, dikutip Senin (7/9/2026).

Anton menegaskan, Krom Bank bakal terus memperkuat sistem manajemen risiko kredit dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Pihaknya juga bakal memperhatikan peningkatan rasio pencadangan secara berkala untuk mempertebal bantalan risiko.

Baca Juga: Pengguna Livin' by Mandiri 42,2 Juta per Agustus, Frekuensi Transaksi 3,32 Miliar

"Ke depannya Krom Bank juga terus melakukan penguatan sistem manajemen risiko kredit yang ketat dan penuh kehati-hatian," ujarnya.

Menurut Anton, langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi ketidakpastian kondisi ekonomi sekaligus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis perseroan.

Di luar itu, meski beban impairment meningkat signifikan, Krom Bank masih mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih. Hingga Juli 2026, laba bersih perseroan mencapai Rp 133 miliar atau tumbuh 54% secara tahunan.

Anton bilang capaian ini menunjukkan bahwa peningkatan pencadangan tak serta-merta menghambat kemampuan Krom Bank dalam menjaga profitabilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×