Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa unitlink berbasis saham mulai menunjukkan perbaikan pada Agustus 2026, meski secara year to date (ytd) masih mencatatkan kontraksi. Di tengah tekanan pasar saham sepanjang tahun berjalan, sejumlah produk unitlink saham justru mampu membukukan return positif dan mencatatkan kinerja yang cukup tinggi.
Berdasarkan data Infovesta, rata-rata return unitlink berbasis saham tercatat terkontraksi sebesar 5,11% secara year to date (ytd) per Agustus 2026.
Meski rata-rata kinerjanya masih negatif, terdapat 10 produk unitlink saham yang mencatatkan return tertinggi hingga Agustus 2026. Kinerja 10 produk tersebut bahkan berada di atas rata-rata return unitlink berbasis saham secara keseluruhan.
Posisi pertama ditempati produk Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Produk tersebut memberikan return sebesar 62,70% per Agustus 2026.
Selanjutnya, posisi kedua ditempati Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific - USD, yang juga merupakan produk PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Produk tersebut membukukan return sebesar 53,59% per Agustus 2026.
Baca Juga: Ini Strategi Samuel Sekuritas Jaga Kinerja saat IPO dan Penerbitan Obligasi Lesu
Pada posisi ketiga terdapat Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Produk tersebut memberikan return sebesar 39,21%.
Lebih lanjut, produk Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah - USD milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menduduki posisi keempat. Produk tersebut memberikan imbal hasil sebesar 31,41% per Agustus 2026.
Posisi kelima ditempati USD Prime Emerging Market Equity Fund milik PT AIA Financial, dengan return sebesar 28,45% per Agustus 2026.
Selanjutnya, produk milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia, yakni Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US$, menempati posisi keenam. Produk tersebut memberikan return sebesar 28,32%.
Sementara itu, posisi ketujuh ditempati produk PRUlink Rupiah Global Emerging Markets Equity Fund milik PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), dengan imbal hasil sebesar 26,63% per Agustus 2026.
Posisi kedelapan ditempati produk unitlink saham milik PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), yakni PRUlink US Dollar Global Tech Equity Fund, dengan imbal hasil sebesar 23,24% per Agustus 2026.
Selanjutnya, posisi kesembilan ditempati produk unitlink saham FWD USD Equity Plus Fund milik PT FWD Insurance Indonesia, dengan imbal hasil sebesar 22,85%.
Posisi kesepuluh ditempati produk Mandiri Golden Offshore USD milik PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri). Produk tersebut mencetak return sebesar 20,27% per Agustus 2026.
Baca Juga: Sebanyak 7 Fintech P2P Lending Belum Penuhi Ketentuan Ekuitas Rp 12,5 Miliar
Kinerja Unitlink Saham Mulai Membaik
Jika ditelaah berdasarkan data Infovesta, kinerja unitlink saham per Agustus 2026 sebenarnya menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juli 2026, rata-rata return unitlink berbasis saham masih terkontraksi sebesar 9,18%.
Perbaikan tersebut tidak terlepas dari penguatan pasar saham domestik pada Agustus 2026. Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menerangkan, membaiknya kinerja unitlink berbasis saham tak terlepas dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dia bilang menghijaunya IHSG 4,64% sepanjang Agustus 2026 turut memberikan dampak positif terhadap kinerja return unitlink saham.
"Indeks Infovesta Equity UL bahkan positif 4,99%. Hampir 95% dana saham positif bulan itu (Agustus 2026). Jadi, reli bursa tercermin di kinerja unitlink saham," ungkapnya kepada Kontan, Senin (7/9).
Meski secara year to date masih mengalami kontraksi, Wawan menyebut kinerja unitlink berbasis saham per Agustus 2026 masih lebih baik dibandingkan kinerja IHSG yang terkontraksi sebesar 24,5% secara year to date (ytd).
"Overall, kinerja unitlink saham lebih baik dari IHSG secara ytd," tuturnya.
Prospek Unitlink Saham
Wawan menilai peluang unitlink saham kembali diminati masyarakat masih terbuka. Terlebih, premi unitlink secara industri asuransi juga tercatat telah mengalami pertumbuhan pada Semester I-2026.
Dia memperkirakan kinerja positif hingga akhir tahun masih memungkinkan bagi sebagian produk unitlink saham apabila tren rebound IHSG berlanjut.
Meski demikian, pemulihan tersebut belum tentu terjadi secara merata pada seluruh produk unitlink saham. Sejumlah risiko pasar masih perlu menjadi perhatian investor hingga akhir tahun.
Baca Juga: OJK Keluarkan 117 Sanksi Administratif kepada PUJK Terkait Pelindungan Konsumen
"Namun, belum bisa dipastikan merata. Sebab, pada September secara historis rawan. Selain itu, aliran asing dan sentimen The Fed juga masih jadi risiko. Minus IHSG yang dalam secara ytd juga belum tertutup hanya karena 1 hingga 2 bulan menghijau," ucap Wawan.
Return Unitlink Campuran dan Pendapatan Tetap
Sementara itu, berdasarkan data Infovesta, rata-rata return unitlink berbasis campuran juga masih mengalami kontraksi sebesar 4,37% per Agustus 2026.
Kondisi serupa terjadi pada unitlink berbasis pendapatan tetap. Rata-rata return produk unitlink kategori tersebut tercatat terkontraksi sebesar 0,56% per Agustus 2026.
Berbeda dengan tiga kategori tersebut, unitlink berbasis pasar uang menjadi satu-satunya kategori yang mencatatkan kinerja positif.
Rata-rata return unitlink berbasis pasar uang tercatat sebesar 2,26% per Agustus 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














