kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Kinerja Asuransi Syariah Tertekan, Kontribusi Susut 12,67% hingga Juli 2026


Selasa, 08 September 2026 / 18:19 WIB
Kinerja Asuransi Syariah Tertekan, Kontribusi Susut 12,67% hingga Juli 2026
ILUSTRASI. Industri asuransi syariah masih menghadapi tekanan sepanjang tahun berjalan. (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi syariah masih menghadapi tekanan sepanjang tahun berjalan. Hingga Juli 2026, kontribusi industri ini masih mencatatkan pertumbuhan negatif secara tahunan, meski secara bulanan mulai menunjukkan perbaikan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kontribusi industri asuransi syariah mengalami kontraksi sebesar 12,67% year on year (YoY) pada Juli 2026.

"Kontribusi asuransi syariah masih terkontraksi," ujar Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko di Konferensi Pers OJK RDKB Agustus 2026, Senin (7/9/26).

Secara nominal, industri asuransi syariah membukukan kontribusi sebesar Rp14,19 triliun pada Juli 2026. Nilai tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp16,25 triliun.

Sebelumnya, pada Juni 2026, kontribusi industri asuransi syariah juga mengalami kontraksi sebesar 15,07% YoY dengan nilai Rp11,73 triliun.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Terus Dibabat, 951 Entitas Dihentikan hingga Agustus 2026

Dengan demikian, meski secara tahunan kontribusi asuransi syariah masih berada dalam tren penurunan, kinerja pada Juli 2026 menunjukkan perbaikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Perbaikan tersebut terlihat dari kenaikan nilai kontribusi secara bulanan, dari Rp11,73 triliun pada Juni 2026 menjadi Rp14,19 triliun pada Juli 2026.

Di sisi lain, pertumbuhan aset industri asuransi syariah justru menunjukkan perkembangan positif. Baik industri asuransi jiwa syariah maupun industri asuransi umum syariah sama-sama mencatatkan pertumbuhan aset secara tahunan.

Pada Juli 2025, aset industri asuransi jiwa syariah tercatat sebesar Rp35,14 triliun. Nilai tersebut meningkat 8,25% YoY menjadi Rp38,04 triliun pada Juli 2026.

Pertumbuhan aset juga terjadi pada industri asuransi umum syariah. Aset segmen ini meningkat 7,71% YoY, dari Rp9,86 triliun pada Juli 2025 menjadi Rp10,62 triliun pada Juli 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×