kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

13 anggota Asbanda bermodal cekak


Selasa, 18 Maret 2014 / 16:13 WIB
13 anggota Asbanda bermodal cekak
ILUSTRASI. 10 Rekomendasi HP Harga 3 Jutaan Terbaik 2022


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sebanyak 13 anggota dari total 26 anggota Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) tercatat bermodal cekak atau dibawah Rp 1 triliun. Itu berarti, 13 anggota Asbanda ini masih bertengger di Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha (BUKU) 1.

Eko Budiwiyono, Ketua Umum Asbanda menuturkan, hanya satu anggotanya yang tercatat bermodal Rp 5 triliun atau BUKU 3. Sedangkan sisanya, masih bermodal inti di bawah Rp 5 triliun atau BUKU 2. “Karenanya, kami ingin mendorong anggota Asbanda untuk mencari dana dari pasar modal,” tutur dia ditemui KONTAN, Selasa (18/3).

Sejauh ini, sambung Eko, baru dua anggota Asbanda yang memanfaatkan pendanaan dari pasar modal melalui skema Initial Public Offering atawa IPO (penawaran saham perdana). Namun, tidak sedikit juga yang memanfaatkan pendanaan lewat cara penerbitan surat utang.

“Sesuai dengan kondisi bank-bank daerah, masalah utama kami memang di permodalan. Karenanya, kami butuh instrumen untuk menaikkan modal. Ini bisa dilakukan lewat IPO maupun obligasi,” kata Eko.

Anggota Asbanda, menurut dia, masih membutuhkan sosialisasi dan edukasi, terutama terkait proses melakukan IPO dan manfaatnya bagi mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×