kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

99% warga Aceh sudah jadi peserta BPJS Kesehatan


Selasa, 29 Desember 2015 / 15:04 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Dalam rangka mengemban dan melaksanakan amanat sebagai penyelenggara jaminan kesehatan, BPJS Kesehatan terus melakukan berbagai upaya memperluas cakupan kepesertaan, salah satunya dengan menggandeng peran serta pemerintah daerah untuk memastikan warganya memperoleh jaminan kesehatan.

Pengelolaan program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) oleh BPJS Kesehatan telah dimulai pada bulan Juni 2010, saat BPJS Kesehatan masih berstatus sebagai PT Askes (Persero), dengan jumlah peserta mencapai 1.750.327 jiwa.

Saat ini, perpanjangan kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan Pemerintah Aceh terkait penyelenggaraan JKRA tersebut, telah memasuki tahun ketiga dengan jumlah data awal peserta 2.066.979 jiwa.

Dengan pelaksanaan program JKRA dan disandingkan dengan jaminan kesehatan lainnya (Askes, Jamkesmas, Jamsostek, dan asuransi lainnya), maka seluruh penduduk Aceh sudah tercover oleh program jaminan kesehatan.

“Berdasarkan data terakhir, jumlah penduduk Aceh yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan adalah 5.070.540 jiwa, atau 99.61% dari total penduduk Aceh," ujar Fachmi Idris, Direktur Utama BPJS Kesehatan.

Fachmi berharap, melalui penguatan komitmen kerjasama ini, pelayanan jaminan kesehatan yang pihaknya berikan dapat menuju kesempurnaan dan tingkat keluhan peserta JKRA pun menurun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×