kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

AAJI Catat Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Turun pada Semester I


Kamis, 24 Agustus 2023 / 14:41 WIB
AAJI Catat Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Turun pada Semester I
ILUSTRASI. Pekerja membersihkan logo perusahaan asuransi jiwa di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di jakarta, Rabu (2/8/2023). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan kondisi sektor industri keu /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/08/2023.


Reporter: Vina Destya | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Total pendapatan premi pada asuransi jiwa hingga semester I 2023 masih mencatatkan penurunan sebesar 9,9% secara tahunan menjadi sebesar Rp 86,23 triliun.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total pendapatan premi asuransi jiwa di semester I-2022 juga alami penurunan dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 8,9%. Hal ini menandakan bahwa pada 2 periode, total pendapatan premi asuransi jiwa belum memperlihatkan adanya tanda kenaikan.

Di lihat dari sisi produk, pendapatan premi pada produk asuransi jiwa tradisional lebih mendominasi dibandingkan unitlink yaitu 50,6%.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengungkapkan bahwa pendapatan premi produk tradisional mengalami kenaikan sebanyak 12% di semester I-2023 menjadi Rp 43,67 triliun. Sedangkan pada semester I-2022, AAJI mencatat pendapatan premi pada produk tradisional sebesar Rp 38,97%.

Baca Juga: AAJI Mencatat Pendapatan Asuransi Jiwa Capai Rp 107,32 Triliun pada Semester I

Berbanding terbalik dengan produk tradisional yang alami kenaikan, produk unitlink mengalami penurunan yang cukup signifikan sebanyak 24,9 triliun menjadi Rp 42,56 triliun di Semester I-2023, sedangkan pada Semester I-2022 mencatatkan sebesar Rp 56,71 triliun.

Sementara itu, dilihat dari tipe pembayaran sebanyak 58,4% total pendapatan premi berasal dari premi reguler. Di mana pada semester I-2023 ini juga, premi reguler alami kenaikan sebanyak 1,4% menjadi Rp 50,37 triliun. Sedangkan pendapatan premi tunggal alami penurunan sebanyak 22% menjadi Rp 35,86 triliun per Semester I-2023.

Kemudian, dilihat berdasarkan unit usaha, baik unit usaha konvensional maupun syariah sama-sama alami penurunan di semester I-2023 ini yakni turun sebanyak 10,5% dan 5,3%. Unit usaha konvensional di Semester I-2023 ini mencatatkan pendapatan premi sebanyak 75,93 triliun, sedangkan unit usaha syariah sebesar Rp 10,3 triliun.

Sama halnya berdasarkan bisnis, premi bisnis baru dan lanjutan juga sama-sama alami penurunan masing-masing sebesar 15,2% dan 1,2% di semester I-2023 ini. Premi bisnis baru mencatatkan pendapatan sebesar 50,09 triliun, sedangkan bisnis lanjutan sebesar Rp 36,14 triliun.

Budi juga memaparkan pendapatan premi berdasarkan kanal industri yang ketiganya sama-sama alami penurunan yaitu keagenan turun sebanyak 5,7% menjadi 27,03 triliun, bancassurance turun 16,8% menjadi Rp 36,43 triliun, dan distribusi alternatif yang juga alami penurunan sebesar 2,1% menjadi Rp 22,77 triliun di semester I-2023 ini.

Namun, premi berdasarkan kepemilikan berbeda dengan yang lainnya di mana salah satu alami penurunan dan juga kenaikan.

Baca Juga: Klaim Imbal Hasil di Atas Industri, Dirut Taspen Ungkap Strategi Investasi

Pendapatan premi yang berasal dari perorangan turun sebanyak 13,7% menjadi Rp 71,18 triliun di semester I-2023, sedangkan di periode yang sama tahun 2023 pendapatan premi yang berasal dari kumpulan alami kenaikan sebesar 14,3% menjadi Rp 15,05 triliun.

“82,5% Total pendapatan premi industri asuransi jiwa berasal dari asuransi perorangan,” tulis AAJI dalam paparan laporan kinerja industri asuransi jiwa Semester I-2023, dikutip Kamis (24/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×