kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

AAUI Demo Tolak PP Tentang Modal Asuransi


Selasa, 25 November 2008 / 11:29 WIB


Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sekitar 100 anggota Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pada Selasa (25/11), melancarkan aksi demonstrasi menolak pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2008. Peraturan ini mengatur tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian.

Aksi tersebut berlangsung di seberang Istana Negara Jakarta, sejak pukul 10.00. Dalam orasinya, massa menentang pemberlakuan ketentuan modal minimum Rp 100 miliar yang tertuang dalam PP 39/2008 tersebut. AAUI meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membatalkan PP 39/2008 yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan perusahaan nasional.

"Jika pemerintah tetap memberlakukan PP 39/2008, maka sekitar 5.000 karyawan perusahaan asuransi akan terkena PHK," tandas Koordinator Lapangan AAUI, Toman Clay Manurung.

Dalam aksinya, massa AAUI membentangkan sejumlah spanduk yang isinya antara lain: Pelaksanaan PP 39/2008 akan menurunkan citra Pemerintahan SBY-JK, PP 39/2008 akan menambah pengangguran serta PP 39/2008 melanggar UU Nomor 2/1992 tentang Usaha Perasuransian.

Aksi ini merupakan kali kedua dilancarkan AAUI. Senin (24/11) kemarin, puluhan anggota AAUI menggelar protes di depan kantor Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Departemen Keuangan di Lapangan Banteng Jakarta. Tuntutannya sama, menolak PP 39/2008 diberlakukan.

AAUI mencatat, dari 91 perusahaan asuransi umum, terdapat 60 perusahaan yang modalnya masih di bawah Rp 100 miliar. "Peningkatan modal Rp 100 miliar pada tahun 2010 terlalu cepat. Apalagi saat ini terjadi krisis keuangan global," ujar Toman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×