kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

AAUI proyeksi pendapatan premi tumbuh 17% ditopang tiga lini bisnis utama


Senin, 18 November 2019 / 19:27 WIB
AAUI proyeksi pendapatan premi tumbuh 17% ditopang tiga lini bisnis utama
ILUSTRASI. Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe - Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

Sedangkan pada kuartal ketiga 2018 lini bisnis yang menyumbang kontribusi bisnis terbesar adalah asuransi kendaraan bermotor sebanyak 28,7% dari total premi kala itu. Lalu asuransi harta benda sebanyak 25,5% dan diikuti oleh asuransi kecelakaan diri dan kesehatan 9,8%.

“Asuransi kesehatan tumbuhnya tidak terlalu tinggi sebab menyasar segmen pengguna di atas BPJS. Jadi menggarap tertanggung yang berbeda dengan BPJS. Tapi orang-orang yang ingin punya pengalaman lebih yang tidak dibatasi oleh BPJS. Ternyata pertumbuhan lini ini kalah cepat dibandingkan pertumbuhan asuransi kredit,” jelas Dody.

Baca Juga: Asuransi umum menanti kepastian aturan insurtech

Berdasarkan data AAUI pendapatan premi asuransi umum hingga September 2019 tercatat senilai Rp 57,9 triliun. Nilai ini tumbuh 20,9% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 47,9 triliun.

Adapun premi lini bisnis harta benda tumbuh 23,7% dari Rp 12,19 triliun menjadi Rp 15,08 triliun pada kuartal ketiga 2019. Sedangkan pendapatan premi dari lini bisnis kendaraan bermotor hanya tumbuh 1,1% yoy menjadi sebesar Rp 13,91 triliun.

Baca Juga: AAUI minta penerapan insurtech bisa paperless

Sedangkan asuransi umum mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan premi 104% yoy dari Rp 4,63 triliun menjadi Rp 9,44 triliun hingga September 2019. Adapun lini bisnis asuransi kecelakaan diri dan kesehatan hanya tumbuh 6,4% dari Rp 4,68 triliun menjadi Rp 4,98 triliun pada kuartal ketiga 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×