kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

AAUI proyeksi pendapatan premi tumbuh 17% ditopang tiga lini bisnis utama


Senin, 18 November 2019 / 19:27 WIB
AAUI proyeksi pendapatan premi tumbuh 17% ditopang tiga lini bisnis utama
ILUSTRASI. Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe - Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) optimistis bisnis asuransi umum melaju kencang tahun depan. Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe bilang, asosiasi memproyeksi pendapatan premi asuransi umum pada 2020 paling tidak bisa tumbuh 17% dibandingkan pencapaian 2019.

Ia bilang dengan catatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 sama dengan dicanangkan pemerintah sebesar 5,3%. Adapun untuk realisasi pertumbuhan tahun ini juga dikoreksi dari 10% menjadi 14% dibandingkan perolehan premi di 2018 lalu.

Baca Juga: Meski ekonomi tersendat, premi asuransi umum tetap melesat

“Awal tahun AAUI prediksi pertumbuhan premi tumbuh 10%, setelah semester satu tumbuh 20% dan lihat tren ke depan, kami koreksi estimasi pertumbuhan premi 2019 hitungan kami akan tumbuh 14%. Pada 2020 dengan pola yang sama estimasi tumbuh 17% dibandingkan 2019,” ujar Dody di Jakarta pada Senin (18/11).

Lanjut Ia, tahun depan lini bisnis yang masih akan menopang industri asuransi adalah lini bisnis harta benda dan kendaraan bermotor. Begitu pun dengan lini bisnis asuransi kredit seiring peningkatan penetrasi yang dilakukan beberapa pemain pada lini tersebut.

“Dulu anggota tidak berpikir untuk menggarap asuransi kredit, sedikit sekali. Ternyata sekarang beberapa pemain berkutat berkompetisi yang ketat di dua bisnis utama yakni harta benda dan kendaraan bermotor, maka mencari celah termasuk asuransi kredit. Mereka pun penetrasinya cukup tinggi,” jelas Dody.

Baca Juga: Ditopang penyaluran KUR, asuransi kredit bakal tumbuh di tahun ini

Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa TI dan Aktuarial AAUI Trinita Situmeang menyebut, lini bisnis harta benda menyumbang kontribusi terbesar sebanyak 26% dari total premi industri. Lalu diikuti oleh kendaraan bermotor yang memberikan kontribusi 24%, dan asuransi kredit sebanyak 16,3%.

Sedangkan pada kuartal ketiga 2018 lini bisnis yang menyumbang kontribusi bisnis terbesar adalah asuransi kendaraan bermotor sebanyak 28,7% dari total premi kala itu. Lalu asuransi harta benda sebanyak 25,5% dan diikuti oleh asuransi kecelakaan diri dan kesehatan 9,8%.

“Asuransi kesehatan tumbuhnya tidak terlalu tinggi sebab menyasar segmen pengguna di atas BPJS. Jadi menggarap tertanggung yang berbeda dengan BPJS. Tapi orang-orang yang ingin punya pengalaman lebih yang tidak dibatasi oleh BPJS. Ternyata pertumbuhan lini ini kalah cepat dibandingkan pertumbuhan asuransi kredit,” jelas Dody.

Baca Juga: Asuransi umum menanti kepastian aturan insurtech

Berdasarkan data AAUI pendapatan premi asuransi umum hingga September 2019 tercatat senilai Rp 57,9 triliun. Nilai ini tumbuh 20,9% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu senilai Rp 47,9 triliun.

Adapun premi lini bisnis harta benda tumbuh 23,7% dari Rp 12,19 triliun menjadi Rp 15,08 triliun pada kuartal ketiga 2019. Sedangkan pendapatan premi dari lini bisnis kendaraan bermotor hanya tumbuh 1,1% yoy menjadi sebesar Rp 13,91 triliun.

Baca Juga: AAUI minta penerapan insurtech bisa paperless

Sedangkan asuransi umum mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan premi 104% yoy dari Rp 4,63 triliun menjadi Rp 9,44 triliun hingga September 2019. Adapun lini bisnis asuransi kecelakaan diri dan kesehatan hanya tumbuh 6,4% dari Rp 4,68 triliun menjadi Rp 4,98 triliun pada kuartal ketiga 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×