kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Ada wabah corona, PNM bakal kaji ulang rencana dan target bisnis tahun ini


Jumat, 05 Juni 2020 / 17:24 WIB
ILUSTRASI. Pengusaha Adi Joya (tengah) memberikan materi kepada pelaku UMKM saat Pelatihan penggunaan alternatif kemasan yang menarik untuk pemasaran produk UMKM di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/2/2020). Pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan kepad


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Apalagi baru-baru ini, PNM lewat program pemulihan ekonomi nasional (PEN), akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 2,5 triliun . Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat penyaluran pembiayaan baru. Tujuannya adalah meningkatkan jumlah nasabah baru PNM Mekaar.

Pendanaan ini membantu menjaga jumlah nasabah aktif serta penambahan nasabah baru. Karena selama relaksasi penundaan pembayaran kepada nasabah terdampak Covid-19, kemampuan PNM untuk memberikan pembiayaan baru juga ikut menurun,” kata kata Arief kepada Kontan.co.id.

Baca Juga: Di sisa tahun 2020, PTPP masih harus bayar utang Rp 2,39 triliun

Hal ini berpotensi menurunkan jumlah nasabah aktif sehingga dikhawatirkan tidak bisa menambah nasabah baru. Bila tidak dapat dukungan dana tersebut, perusahaan lebih fokus pada pemenuhan arus kas untuk memenuhi kewajiban kepada investor atau pemberi pinjaman lender selama satu tahun atau sampai dengan April 2020.

Adapun hingga April 2020 pembiayaan PNM mencapai Rp 6,49 triliun. Nilai itu tumbuh 14,09% year on year (yoy) dari pencapaian April 2019 senilai Rp 5,68 triliun.

Rinciannya, pembiayaan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) tumbuh 34,66% yoy dari Rp 4,39 triliun menjadi Rp 5, 91 triliun hingga empat bulan pertama 2020. Adapun pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) turun 55,81% yoy dari Rp 1,29 triliun menjadi Rp 571 miliar. Lantaran PNM fokus pada pembiayaan Mekaar.

Baca Juga: BCA kucurkan pinjaman Rp 1 triliun kepada Bank QNB

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×