kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Rp 41,6 Triliun di Tahun 2023


Jumat, 05 Januari 2024 / 14:55 WIB
Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Rp 41,6 Triliun di Tahun 2023
ILUSTRASI. Adira Finance mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru 31% menjadi Rp 41,6 triliun di sepanjang 2023


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru yang cukup signifikan sepanjang tahun 2023. Melihat ini, perusahaan optimistis bisa terus mendongkrak pembiayaan baru di tahun 2024.

Chief Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani Mandrofa menyampaikan bahwa seiring membaiknya perekonomian domestik dan daya beli masyarakat, pembiayaan baru Adira Finance tumbuh sebesar 31% year on year (yoy) di 2023.

“Pembiayaan baru Adira Finance hingga Desember 2023 tercatat sebesar Rp 41,6 triliun atau meningkat sebesar 31%,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (5/1).

Gani mengungkapkan bahwa seluruh segmen pembiayaan Adira Finance mengalami kenaikan terutama pada segmen pembiayaan sepeda motor, non otomotif dan mobil.

“Kenaikan terutama segmen sepeda motor yang tumbuh sebesar 39% YoY, diikuti segmen non otomotif 32% YoY, dan mobil 25% YoY,” ungkapnya.

Gani menuturkan, dengan tumbuhnya pembiayaan baru tersebut pihaknya optimis di tahun 2024 ini bisa mengerek lagi pembiayaan tersebut.

Baca Juga: Adira Finance (ADMF) Telah Penuhi Aturan OJK Terkait Permodalan Minimum

“Perusahaan menargetkan pembiayaan baru dapat tumbuh sekitar 13% sampai 15% pada tahun 2024 dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang masih cukup kuat sekitar 5% yoy,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila menyatakan pihaknya akan terus memperkuat dan meraih pangsa pasar di bisnis otomotif serta memperluas jaringan ke bisnis non-otomotif, termasuk dana tunai.

"Salah satu strateginya, dengan terus melakukan diversifikasi produk yang ditawarkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis seperti produk multiguna, durables, dan lainnya," katanya beberapa waktu lalu.

Untuk mendorong pembiayaan baru, perusahaan multifinance dengan kode saham ADMF ini bakal menerapkan beberapa strategi di antaranya devesifikasi produk, menyediakan berbagai program penjualan yang menarik konsumen, memperluas jaringan bisnis dan mengembangkan digitalisasi.

"Kami juga akan melanjutkan fokus terhadap customer centric dengan meningkatkan pelayanan, menawarkan produk yang beragam, dan memberikan program loyalty konsumen," kata Made.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×