Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) menyatakan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tetap menjadi salah satu instrumen investasi alternatif untuk penempatan dana jangka pendek.
Direktur Utama DPBM Abdul Hadie mengatakan, pihaknya mempertimbangkan penempatan pada SRBI dengan melihat perbandingan imbal hasil instrumen pasar uang lainnya serta kondisi pasar.
“Instrumen SRBI tetap menjadi salah satu alternatif penempatan jangka pendek kami yang tentunya mempertimbangkan imbal hasil instrumen jangka pendek lainnya sesuai dengan kondisi pasar,” ujar Abdul Hadie kepada Kontan, Kamis (16/4/2026).
Ia menambahkan, SRBI lebih dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan likuiditas jangka pendek.
Sementara itu, untuk strategi utama, dana pensiun tetap mengutamakan penempatan pada instrumen jangka menengah hingga panjang, terutama surat berharga negara (SBN).
Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan strategi liabilities driven investment (LDI) guna mencapai imbal hasil optimal sekaligus menyesuaikan dengan kewajiban jangka panjang.
“Bagi dana pensiun yang likuiditasnya cukup baik, strategi utama investasinya tentunya akan lebih mengutamakan SBN jangka menengah dan jangka panjang guna mencapai return yang optimal,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Abdul Hadie mengungkapkan bahwa saat ini porsi investasi DPBM di SRBI sudah sangat minim karena sebagian besar penempatan sebelumnya telah jatuh tempo.
Sebagai informasi, Bank Indonesia semakin rajin melakukan lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sejak Februari 2026.
Tingkat imbal hasil pun merangkak naik, hingga membuat industri dana pensiun (dapen) kembali melirik instrumen tersebut.
Daya tarik SRBI sebelumnya sempat memudar pada tahun lalu, akibat yield yang melandai.
Ini tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat penempatan investasi dapen di SRBI anjlok dari Rp 16,87 triliun di 2024, menjadi hanya Rp 3,28 triliun di akhir 2025.
Memasuki 2026, investasi di keranjang tersebut mulai berbalik arah. Hingga Februari, dapen tercatat memarkir dana Rp 4,01 triliun di SRBI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













