Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) menyampaikan kinerja pengelolaan dana pensiun tetap berada dalam kondisi terjaga di tengah melambatnya penambahan peserta aktif serta meningkatnya jumlah peserta yang memasuki masa pensiun.
Dari sisi pendanaan, Direktur Utama Dana Pensiun Bank Mandiri Abdul Hadie mengatakan, DPBM masih memiliki ruang yang cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran manfaat pensiun.
“Rasio pendanaan masih terjaga jauh di atas 100%, sehingga pemenuhan kewajiban pembayaran manfaat pensiun tetap dapat dilakukan dengan baik,” ujar Abdul Hadie kepada Kontan, Senin (26/1/2026).
Baca Juga: Binadigital Bank INA Luncurkan Fitur Investasi Emas Digital
Seiring perlambatan pertumbuhan peserta aktif, DPBM menyesuaikan strategi investasinya dengan profil kewajiban manfaat pensiun peserta serta dinamika arah dan tren suku bunga.
Dari penempatan investasi, perusahaan menerapkannya melalui kombinasi instrumen pendapatan tetap dan pasar uang guna menjaga keseimbangan antara likuiditas dan imbal hasil.
“Strategi investasi kami menyesuaikan profil kewajiban manfaat pensiun peserta serta arah dan dinamika tren suku bunga, dengan kombinasi alokasi pada instrumen pendapatan tetap seperti SBN dan obligasi, serta pasar uang sesuai kebutuhan likuiditas dan imbal hasil yang optimal,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi penting untuk memastikan keberlanjutan dana pensiun dalam memenuhi kewajiban jangka panjang, terutama di tengah meningkatnya jumlah peserta yang memasuki masa pensiun.
“Dana pensiun masih memiliki target untuk tetap menjaga likuiditas dalam pemenuhan kewajiban pembayaran manfaat pensiun, dengan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko dan instrumen yang likuid,” lanjutnya.
Sepanjang 2025, DPBM mencatatkan pertumbuhan aset neto sebesar 6,75% secara tahunan (year on year/YoY). Rasio pendanaan tercatat masih berada jauh di atas 100%, dengan capaian return on investment (ROI) sebesar 7,83% per tahun.
Baca Juga: BTN: Kredit Program Perumahan Jadi Solusi Kepemilikan Rumah Sektor Informal
Selanjutnya: Produk Penyakit Kritis Zurich Life Sumbang 30% Penjualan dalam Tiga Bulan
Menarik Dibaca: Tren Warna Biru 2026 dari Dulux, Ini Manfaatnya untuk Hunian
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













