kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.978   62,16   1,05%
  • KOMPAS100 780   9,87   1,28%
  • LQ45 594   9,39   1,61%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 336   5,00   1,51%
  • IDXHIDIV20 415   6,62   1,62%
  • IDX80 89   1,28   1,46%
  • IDXV30 112   1,91   1,73%
  • IDXQ30 108   1,60   1,50%

AFTECH Dorong Pembiayaan Produktif Fintech Lebih Banyak Mengalir ke UMKM


Selasa, 07 Juli 2026 / 14:51 WIB
AFTECH Dorong Pembiayaan Produktif Fintech Lebih Banyak Mengalir ke UMKM
ILUSTRASI. Ilustrasi fintech (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTAAsosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menegaskan pembiayaan produktif melalui layanan lembaga bersama berbasis teknologi informasi (LPBBTI) atau peer-to-peer (P2P) lending tetap diarahkan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto mengatakan, LPBBTI menjadi salah satu pembiayaan alternatif yang banyak dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, khususnya usaha berskala individu.

“P2P lending ini adalah salah satu alternatif pembiayaan yang banyak digunakan untuk UMKM,” ujarnya dalam konferensi pers di agenda Indonesia Digital Bank Summit 2026 pada Selasa, (7/7/2026).

Baca Juga: Lender Dana Syariah Indonesia Baru Terima 0,02% Dana Pokok dari Total Rp 2,5 Triliun

Kendati porsi pembiayaan fintech produktif menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat mengalami penurunan sebesar 34,09% pada April 2026, Firlie mengatakan bahwa penyaluran pembiayaan melalui platform ini tetap difokuskan pada segmen UMKM agar memberikan kontribusi lebih besar terhadap pergerakan ekonomi. 

Selain melalui LPBBTI, AFTECH menyebut ada upaya lain yang dapat dilakukan guna mendukung pembiayaan produktif, yakni Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) atau credit scoring inovatif.

Baca Juga: Aftech: Universal Banking Buka Peluang Integrasi Bank dan Fintech

Lewat sistem ini, perusahaan bisa memantau kelayakan calon debitur sebelum menyalurkan pembiayaan. Dengan begitu, pemanfaatan sistem layanan ini juga diharapkan bisa mendukung penyaluran pembiayaan, termasuk kepada sektor produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×