kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

AJB Bumiputera incar kestabilan imbal investasi


Minggu, 31 Januari 2016 / 18:44 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera masih akan mengandalkan penempatan dana investasi di instrumen surat utang. Dengan begitu perolehan hasil investasi tahun ini diharapkan bisa stabil.

Menurut Direktur Bumiputera Ichsan Nathin, penempatan investasi di surat utang ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi masih terjadinya fluktuasi di pasar modal terutama pada instrumen saham. "Fokus di obligasi dan surat berharga negara," katanya beberapa waktu lalu.

Tahun lalu dana investasi Bumiputera mencapai sekitar Rp 12 triliun. Dari dana ini kira-kira 30% ditempatkan di instrumen obligasi.

Dengan penempatan dana di instrumen yang relatif lebih stabil ini, imbal hasil investasi yang dilakukan juga bisa terjaga. Harapannya yield yang bisa capai tahun ini tak jauh beda dengan capaian tahun kemarin. "Mungkin di kisaran 12% sampai 13%," ungkapnya.

Sepanjang 2015, Ichsan mengakui tantangan industri asuransi jiwa untuk berinvestasi terasa lebih berat. Secara umum hasil investasi yang diperoleh pelaku usaha asuransi jiwa lebih rendah dari tahun sebelumnya, terutama bagi perusahaan yang banyak melakukan penempatan dana di instrumen saham.

Hal yang sama juga terjadi di Bumiputera, di mana pada 2014 yield investasi yang berhasil mereka catat bisa mencapai 22%. Namun karena porsi investasi di saham hanya sekitar 5%, maka perusahaannya tak terperosok lebih dalam lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×