kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.885   -15,00   -0,09%
  • IDX 7.963   27,74   0,35%
  • KOMPAS100 1.124   7,01   0,63%
  • LQ45 816   0,69   0,09%
  • ISSI 280   2,54   0,92%
  • IDX30 426   -0,61   -0,14%
  • IDXHIDIV20 512   -2,92   -0,57%
  • IDX80 126   0,53   0,43%
  • IDXV30 138   -0,40   -0,28%
  • IDXQ30 139   -0,54   -0,39%

Akhir November 2011, cadangan devisa turun menjadi US$ 111, 3 miliar


Kamis, 08 Desember 2011 / 14:42 WIB
Akhir November 2011, cadangan devisa turun menjadi US$ 111, 3 miliar
ILUSTRASI. Supaya tidak keliru, ini beberapa poin terkait kebijakan privasi baru WhatsApp


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Edy Can

JAKARTA. Nilai cadangan devisa kita kembali surut. Bank Indonesia mengumumkan, cadangan devisa per akhir November lalu sebesar US$ 111,3 miliar.

Nilai cadangan devisa itu menyusut US$ 2 miliar bila dibandingkan akhir Oktober lalu yang sebesar US$ 113,962 miliar. Nilai cadangan devisa tersebut setara dengan 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Penurunan nilai cadangan devisa ini terkait dengan stabilisasi nilai tukar rupiah. Bank Indonesia mencatat selama 2011, nilai tukar rupiah menguat kendati pada semester kedua mengalami tekanan akibat gejolak pasar keuangan global. Selama tahun 2011, tren pergerakan nilai tukar masih konsisten dengan kecenderungan pergerakan nilai tukar di kawasan.

"Bank Indonesia terus memonitor perkembangan nilai tukar Rupiah serta menjaga stabilitasnya dan tetap sejalan dengan fundamentalnya," ujar Difi Johansyah dalam siaran persnya, Kamis (8/12).

Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto menilai jumlah tersebut masih aman untuk menjaga stabilitas rupiah karena masih bisa memenuhi kebutuhan impor dan kewajiban luar negeri minimal sampai enam bulan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×