kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   14.000   0,78%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Akses Kartu Kredit Secara Digital di Maybank M2U ID


Rabu, 26 Maret 2025 / 15:10 WIB
Akses Kartu Kredit Secara Digital di Maybank M2U ID
ILUSTRASI. Model menunjukkan kartu kredit Maybank White Card saat re-launching di Jakarta, Senin (23/10). Maybank Indonesia mengklaim kartu ini memiliki delapan benefit baru, mencakup bonus BIG point AirAsia, kurs valuta asing yang sangat kompetitif, program loyalitas, asuransi kecelakaan dan ketidaknyamanan perjalanan, bebas iuran bulanan selama 24 bulan pertama, cash back, serta promo cicilan 0% dan diskon hingga 30% dengan menyasar nasabah kaum muda penyuka travelling. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/23/10/2017


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alat bayar menggunakan kartu kredit masih populer di tengah serbuan pembayaran menggunakan metode beli sekarang bayar nanti alias paylater. Dengan alasan lebih tampak berkelas dan bernilai menjadi alasan orang tetap ingin memiliki kartu kredit untuk memenuhi gaya hidup.

Dari segi nilai kredit, produk kartu kredit di bawah naungan industri perbankan punya plafon pembiayaan yang lebih tinggi dibandingkan paylater. Untuk pemegang kartu kredit nasabah elite bisa mendapatkan limit mencapai Rp 2 miliar, namun jika pemegang kartu kredit untuk nasabah regular nilai limit hanya kisaran Rp 10 juta sampai Rp 100 juta.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), jumlah kartu kredit terus naik, hingga Januari 2025 pengguna kartu kredit mencapai 18,60 juta atau tumbuh 4,55% dibandingkan periode Januari 2024 dengan jumlah 17,79 pengguna. Dari jumlah pengguna tersebut, volume transaksi kartu kredit mencapai 41,83 juta atau tumbuh 15%, dan nilai transaksi mencapai 36,82 triliun atau hanya naik 2,55%.

Head Digital Banking Maybank Indonesia, Charles Budiman mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan permintaan kartu kredit dari konsumen, Maybank Indonesia menyodorkan aplikasi M2U ID bagi nasabah yang ingin memiliki layanan finansial salah satunya dari kartu kredit.

Yang terbaru, pada akhir tahun 2024 lalu, nasabah Maybank Indonesia sudah dapat mengajukan kartu kredit jenis white card bersamaan dengan pembukaan rekening tabungan di aplikasi M2U ID.  Bukan hanya mengajukan kartu kredit saja, nasabah juga dapat memonitoring transaksi kartu kredit yang telah dilakukan lewat menu “card management”.

“Dari fitur itu, nasabah dapat mengajukan limit, ubah transaksi menjadi cicilan dan juga salin nomor CVV/CVC via M2U ID,” jelas Charles menjawab pertanyaan KONTAN, belum lama ini. Di aplikasi M2U ID, nasabah dapat mengajukan berbagai jenis kartu kredit dari Maybank Indonesia, paling tidak kurang lebih dari 10 jenis kartu kredit sudah dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dari nasabah.

Baca Juga: Lewat M2U ID, Investasi Emas Dalam Genggaman

Charles menambahkan, untuk pengajuan Maybank kartu kredit limit akan disesuaikan dengan jenis kartu kredit yang dipilih dan minimum penghasilan nasabah. Sedangkan pengajuan ubah transaksi menjadi cicilan mulai dari 0% tersedia untuk tenor 3 sampai dengan 24 bulan.

Tak hanya alat bayar dari kartu kredit, aplikasi M2U ID juga menyediakan fitur pengajuan kredit tanpa agunan (KTA) secara online. Charles menyampaikan, untuk pengajuan pinjaman seperti KTA tersedia limit pinjaman mencapai Rp 250 juta untuk nasabah payroll dengan tenor hingga 5 tahun dan Rp 150 juta untuk nasabah non payroll, dengan tenor hingga 3 tahun dengan suku bunga mulai dari 0,89%.

Sejauh ini, kartu kredit dan KTA mencatat pertumbuhan tertinggi di tahun 2024 lalu. Walaupun belum menjadi penyumbang terbesar untuk segmen kredit CFS ritel , kartu kredit dan KTA di Maybank tumbuh 11,3% denagn nilai kredit Rp 4 triliun di akhir tahun lalu dibandingkan posisi Rp 3,6 triliun pada tahun sebelumnya.

Atur penggunaan kartu kredit

Bagai pisau bermata dua, kartu kredit dapat menjadi manfaat atau mudarat. Kenapa demikian? Jika menggunakan kartu kredit secara terencana maka dapat memiliki manfaat, sebaliknya jika memakai kartu kredit tidak teratur maka bisa jadi mudarat. Agar tidak terjerat pada utang kartu kredit. Charles menyampaikan, sebaiknya menggunakan kartu kredit untuk pengeluaran yang terencana dan tersusun.

“Hindari menggunakan kartu kredit untuk pembelian implusif yang tidak direncakan,” katanya. Misalnya, pemegang kartu kredit melakukan pinjaman tunai atau tarik tunai yang memiliki bunga tinggi, serta memanfaatkan kartu kredit untuk menutup utang lain, karena ini hanya akan memperburuk kondisi finansial.

Nah, untuk memaksimalkan pengguna kartu, Charles menyampaikan, Anda perlu mengatur limit kartu kredit sebaiknya tidak lebih dari 3-5 kali penghasilan bulanan, dan gunakan persentase maksimal 30% dari limit untuk menjaga skor kredit tetap baik, serta memiliki kartu kredit sesuai dengan kebutuhan.

Dalam kepemilikan jumlah kartu kredit, sebaiknya jumlah kartu kredit disesuaikan pada penghasilan dan kemampuan mengelola keuangan. Misalnya, untuk pemegang pemula kartu kredit lebih ideal hanya memiliki 1 kartu kredit saja, agar lebih terkontrol dalam mengelola dana.

Jika Anda ingin memiliki kartu kredit lebih dari 2 atau 3 kartu, maka Anda harus sudah memahami cara mengelola keuangan, serta dapat mengelola reward dan promo untuk mengoptimalkan pengunaan kartu. Terakhir, untuk nasabah yang memiliki lebih dari 3 kartu kredit ini tidak disarankan kecuali memiliki penghasilan yang stabil dan bisa mengelola tagihan dengan baik. 

Baca Juga: Ingin Capai Financial Goals, Atur Keuangan Lewat Fitur 360 Digital Wealth di M2U ID

Perencana Keuangan dari OneShildt, Agustina Fitri mengatakan, sebelum memiliki dan menggunakan kartu kredit, harus kenal dan paham soal manfaat dan konsekuensinya. Sejatinya, kartu kredit dapat mempermudah pembayaran, karena tidak harus membayar tunai dan bisa ditunda hingga beberapa hari dengan jangka waktu 30 hari sebelum jatuh tempo.

Namun jika lewat dari itu akan terkena bunga yang dihitung proporsional per hari, meskipun bunga dinyatakan dalam persentase per bulan. “Oleh karena itu pastikan pada saat jatuh tempo, Anda sudah menyiapkan dana untuk membayar penuh tagihannya,” kata Fitri.

Senada, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini menyampaikan, untuk memastikan penggunaan kartu kredit tidak menjadi beban, ada beberapa tips yang dapat diterapkan. Diantaranya, usahakan untuk selalu membayar tagihan kartu kredit kita secara penuh sebelum jatuh tempo. Ini akan membantu menghindari bunga dan denda yang bisa memberatkan.

Kemudian Anda dapat menentukan anggaran bulanan untuk penggunaan kartu kredit. Jangan melebihi batas yang telah ditetapkan, sehingga pembelanjaan tetap dalam kendali dan menghindari pengeluaran impulsif. Selanjutnya, Anda bisa mencatat setiap kali  menggunakan kartu kredit. Ini akan membantu  memantau pengeluaran dan menghindari kejutan saat tagihan datang.

Dalam penggunaan kartu kredit, pemegang kartu bisa memanfaatkan fitur reward dengan bijak, jika kartu kredit menawarkan poin atau cashback, manfaatkan fitur tersebut dengan bijak. Namun, jangan biarkan insentif ini mendorong kita untuk berbelanja lebih dari yang diperlukan.

Terakhir, menurut Mike yakni hindari penarikan tunai. Lanjutnya, penarikan tunai dari kartu kredit biasanya dikenakan biaya dan bunga yang lebih tinggi. Jika memerlukan uang tunai, pertimbangkan opsi lain yang lebih murah.

Ingatlah bahwa kartu kredit bukanlah uang tambahan, melainkan utang yang harus dibayar. Dengan memahami konsekuensi dari bunga yang tinggi dan mengatur penggunaan kartu kredit dengan bijak, kita dapat menghindari beban utang yang tidak perlu.

Baca Juga: Investasi Serba Ada di M2U ID

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×