kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Aksi teror merebak, permintaan asuransi terorisme masih mini


Kamis, 17 Mei 2018 / 16:26 WIB
ILUSTRASI. Ledakan bom gereja di Surabaya


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proteksi terhadap risiko terorisme sepertinya masih sangat kecil dimiliki. Hal ini terlihat dari stagnasi bisnis asuransi yang memayungi risiko kerusakan akibat aksi teroris.

Proteksi terhadap gangguan terorisme ini ada yang ditawarkan secara mandiri oleh perusahaan asuransi kerugian. Namun ada juga yang lewat Konsorsium Pengembangan Industri Asuransi Indonesia - Terorisme dan Sabotase (KPIAI-TS) yang terdiri dari 56 perusahaan asuransi dan reasuransi di dalam negeri.

Ketua Dewan Pengurus KPIAI-TS Robby Loho menyebut, produk proteksi terhadap gangguan terorisme ini belum banyak peminatnya di pasaran. Dus, premi yang didapat pun tak banyak bergerak di kisaran Rp 6 miliar per tahun.

Ada sejumlah faktor yang dinilai Robby mempengaruhi hal ini. Salah satu penyebabnya, kata dia adalah kesadaran pasar yang belum besar terhadap proteksi dari terorisme ini.

Selain itu, ada pula yang menilai tarif premi untuk produk ini masih terlalu tinggi. "Karena itu kami bentuk tim untuk mengkaji tarif terbaik baik bagi konsorsium maupun pemegang polis," kata dia baru-baru ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×